237 Bencana Landa Aceh Januari–Juli 2025, Kerugian Capai Rp165 Miliar

Petugas padamkan api yang membakar lahan warga. (ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sepanjang Januari hingga Juli 2025, Provinsi Aceh dilanda 237 kejadian bencana yang menyebabkan 10 korban jiwa dan kerugian materil ditaksir mencapai Rp165 miliar.

Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia menyebutkan bahwa kebakaran permukiman menjadi bencana yang paling banyak terjadi, dengan 91 kasus yang menghanguskan 255 unit rumah dan mengakibatkan kerugian sekitar Rp52 miliar.

Namun, khusus pada bulan Juli, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi. Tercatat 25 kejadian karhutla yang membakar 77 hektar lahan, dari total 51 kejadian karhutla selama tujuh bulan terakhir, dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 174 hektar dan kerugian ditaksir sebesar Rp27 miliar.

Selain itu, bencana-bencana tersebut juga merusak 12 sarana pendidikan, 5 rumah ibadah, 66 unit ruko atau bangunan lain, 4 jembatan, serta lahan pertanian seluas 204 hektar akibat karhutla dan 40 hektar sawah akibat banjir dan longsor.

Menanggapi peningkatan kejadian karhutla pada Juli, BPBA mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan.

“Pemberdayaan masyarakat dan sosialisasi kepada pelaku usaha sangat penting. Kami imbau agar tidak membuka lahan dengan membakar hutan,” ujar Teuku Nara.

Ia menegaskan bahwa pencegahan dan mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Bencana adalah urusan bersama. BPBA bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Aceh akan terus meningkatkan mitigasi bencana agar kejadian serupa dapat diminimalkan dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Ke depan, BPBA juga menargetkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk kegiatan partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan dan pengurangan risiko bencana.

“Kami berharap terwujudnya komunitas yang tangguh dan mampu mengelola risiko secara mandiri untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh,” ucapnya.

Related posts