Pemko Banda Aceh Anggarkan Rp2 Miliar untuk CCTV di Ulee Lheue

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin memantau pemasangan CCTV di kawasan Ulee Lheue. (dok. Humas Pemko Banda Aceh)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pengadaan kamera pengawas CCTV di kawasan wisata Ulee Lheue.

Berdasarkan informasi yang tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP Banda Aceh dengan kode 59126229, paket pekerjaan ini diberi nama ‘Kamera CCTV menuju Kawasan Wisata Ulee Lheue’.

Program ini merupakan salah satu upaya Pemko Banda Aceh dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan di kawasan tersebut.

baca; Bantah Biayai Buzzer, Pemko Banda Aceh Sebut Anggaran Rp679 Juta Untuk Jasa Influencer

Spesifikasi pekerjaan terdiri atas satu kegiatan dalam satu paket dengan nilai kontrak Rp2.000.000.000,00. Proses pemilihan penyedia dilakukan melalui metode e-Purchasing. Paket pekerjaan ini diumumkan pada 28 April 2025, dengan jadwal pelaksanaan kontrak mulai April hingga Desember 2025.

Sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyebutkan pemasangan CCTV tersebut bertujuan memudahkan pantauan yang dilakukan melalui Command Center dan juga pelanggaran pelanggaran yang bisa dipantau oleh Satpol PP dan WH.

Jika terdapat pelanggaran yang terpantau melalui kamera pengawas di Command Center bisa langsung diberikan teguran melalui pengeras suara yang ada di CCTV, jika masih tidak ada kesadaran maka akan ditangani oleh Satpol PP.

“Harapan kita dengan adanya CCTV ini yang juga merupakan janji kami ketika kampanye di mana kita akan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pantauan CCTV, juga pelanggaran-pelanggaran hukum,” jelas Illiza seperti dikutip dari laman prokopim.bandaacehkota.go.id yang diterbitkan pada 13 Juli 2025.

Pemasangan CCTV ini dilaksanakan di lokasi wisata yang dianggap rawan pelanggaran syariat dan juga hukum. CCTV ini disebut termasuk canggih menggunakan PTZ dengan kamera 360 yang bisa mendeteksi pergerakan.

“Karena ini adalah kawasan wisata, kawasan yang padat baik masyarakat lokal maupun pendatang mudah-mudahan ke depan bisa ada penambahan,” tambahnya.

Related posts