Banda Aceh (KANALACEH.COM) – PT PLN (Persero) mengklaim sistem kelistrikan di Aceh sudah normal 100 persen setelah mengalami pemadaman sejak Senin (29/9) hingga Kamis (2/10) dinihari.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Mundhakir menjelaskan bahwa personel gabungan lintas unit PLN di Aceh dikerahkan untuk merespons gangguan dan bekerja 24 jam guna mempercepat penormalan pasokan listrik.
Baca: Pelaku Usaha di Aceh Menjerit Buntut Listrik Padam 3 Hari
“Seluruh sistem kelistrikan di Aceh telah berhasil pulih sepenuhnya. Personel kami tetap bersiaga untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, khususnya prioritas pada sektor vital seperti rumah sakit, fasilitas pemerintahan, pusat komunikasi, hingga pusat-pusat pelayanan publik,” ujar Mundhakir dalam keterangan tertulis, Kamis (2/10).
Ketua Komisi III DPR Aceh Aisyah Ismail mengaku banyak menerima laporan dari warga soal alat elektronik mereka bermasalah setelah gangguan listrik selama 3 hari. Selain itu ia juga menerima laporan soal pelaku usaha yang berhenti beroperasi selama pemadaman.
Untuk itu DPR Aceh segera memanggil pihak PLN untuk menjelaskan hasil investigasi penyebab padamnya listrik di Aceh selama 3 hari dan mendesak agar PLN bisa memberi kompensasi soal alat elektronik warga yang rusak akibat tidak stabilnya arus listrik.
“Masyarakat merasa dirugikan dan menghubungi kami bahwa elektronik rusak di rumahnya. Kita meminta kompensasi kepada PLN setelah ada investigasi dipubliskasikan nanti,” ujar Aisyah kepada wartawan, Kamis (2/10).
