Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wilayah pedalaman Aceh yang masih terisolir seperti di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah hingga Gayo Lues masih belum tersentuh bantuan logistik karena akses ke daerah itu sebagian hanya bisa lewat jalur udara.
Sehingga Pemerintah Aceh mendesak pusat untuk menambah jumlah Helikopter agar distribusi bantuan bisa cepat tersalurkan ke daerah pedalaman.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan pedalaman Aceh yang terdampak banjir longsor kini kondisinya memprihatinkan. Dari laporan yang dia terima ada yang belum sama sekali menerima bantuan.
“Belum, belum. Helikopter tidak seberapa, hanya bisa membawa bantuan 1 sampai 2 ton. Kita perlu Hercules yang bisa membawa 5 sampai 6 ton, karena kita bisa suplai ke daerah-daerah terpencil,” kata Mualem di posko tanggap darurat bencana Aceh, Jumat (5/12) malam.
Permintaan Mualem bukan tanpa alasan, selama sepekan berkeliling Aceh untuk memantau daerah terdampak banjir longsor, banyak warga yang melaporkan ke dirinya bahwa desa-desa yang jauh dari ibu kota kabupaten kota belum menerima bantuan logistik.
Mereka bertahan hidup dengan sisa-sisa makanan yang ada dan berjalan berjam-jam untuk mencari bantuan. Menurut Mualem kuota logistik saat ini cukup jika dibagikan secara merata ke seluruh pengungsi.
“Saya tidak tahu berapa banyak dibutuhkan (logistik), yang kami tahu mereka cukup banyak membutuhkan sembako semuanya dan belum terjamah terutama ke pedalaman,” katanya.
Selain logistik Mualem juga menekankan kebutuhan mendesak berupa tenda pengungsian dan air bersih terutama untuk wilayah Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara yang masih terisolir.
Ia menyampaikan bahwa lima unit alat berat dari Medan telah diarahkan menuju Aceh Timur dan Aceh Utara untuk mendukung pembukaan akses.
Untuk itu dia meminta BNPB memprioritaskan pengiriman tenda dan air bersih dalam waktu sesingkat mungkin. Dengan 41 titik jembatan putus di Aceh Utara saja, ia menegaskan perlunya percepatan dan koordinasi yang lebih solid agar distribusi sembako yang menumpuk di lapangan dapat segera bergerak ke desa-desa terdampak.
“Segera pastikan semua berjalan. Sembako banyak tertumpuk karena akses dan ini harus percepat distribusi,” ujarnya.
Dari update posko tanggap darurat bencana Aceh Jumat (5/12) pukul 20:00 WIB korban meninggal dunia 349 orang dan hilang 92 orang.
