TNI Harusnya Ikut Bantu Penanggulangan Bencana, Bukan Urus Bendera

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Direktur LBH Banda Aceh, Aulianda Wafisa menyesalkan sikap represif aparat TNI di tengah bencana yang melanda Aceh.

Menurutnya tindakan itu berpotensi membuka luka lama warga yang sudah 20 tahun merasakan damai.

Ia juga mempertanyakan posisi TNI yang didatangkan presiden Prabowo ke Aceh, yang seharusnya ikut membantu untuk penanggulangan bencana, ini justru malah mengurus bendera.

Baca: Aksi Kekerasan TNI di Tengah Bencana Buka Luka Lama Aceh

“Ya tentara harusnya ikut bangun jembatan bikin jalan kerahkan alat berat zipur kerahkan semua bantu logistik sebisa mungkin,” kata Aulianda kepada wartawan, Kamis, 25 Desember 2025.

Ia menilai kekerasan yang dilakukan TNI membuat warga marah dan mengecam aksi itu dan jika ini meluas akan berpotensi adanya gesekan.

Baca: TNI Bersenjata Bubarkan Konvoi Warga Kibarkan Bulan Bintang Saat Antar Bantuan

“Setiap warga yang sadar atas haknya pasti marah dan akan melawan dan sebaiknya tentara jangan melakukan itu, negara tidak boleh melakukan itu apalagi ini situasi bencana,” katanya.

Sejumlah warga dilaporkan mendapat aksi kekerasan fisik yang diduga dilakukan personel TNI hingga luka-luka saat melakukan sweeping terkait bendera bulan bintang di jalur perbatasan Bireuen – Aceh Utara.

Informasi yang dihimpun, kisruh tersebut terjadi sejak Kamis siang, saat itu warga dari Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen dan Aceh Utara melakukan konvoi membawa bendera bulan bintang dengan tujuan ke Aceh Tamiang untuk menyalurkan logistik ke pengungsi.

Namun setibanya di Lhokseumawe aparat TNI menghadang konvoi warga hingga terjadi kericuhan. Hal itu terjadi hingga malam hari, warga yang melintas di perbatasan Bireuen ke Aceh Utara diperiksa oleh TNI hingga terjadi aksi pemukulan.

Related posts