Mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues Gerakkan Warga Bangkit Pascabanjir Lewat Pekarangan dan Kompos

Gayo Lues (KANALACEH.COM) – Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (USK) Gayo Lues menginisiasi Gerakan Bangkit Pascabanjir di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Program tersebut dijalankan melalui optimalisasi lahan pekarangan dan pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga sebagai bagian dari Pengabdian Mahasiswa Berdampak. Kegiatan ini bertujuan mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat usai banjir.

Inisiatif itu dilatarbelakangi menurunnya produktivitas lahan, terganggunya ketahanan pangan keluarga, serta belum optimalnya pengelolaan limbah rumah tangga pascabencana.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa memberikan sosialisasi teknik penataan dan pemanfaatan pekarangan untuk budidaya sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), serta tanaman hortikultura cepat panen.

Selain itu, warga juga mendapat pelatihan pembuatan ecoenzym dari limbah dapur serta pembuatan komposter sederhana untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Metode praktik langsung dipilih agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Ketua Tim Pelaksana Program Mahasiswa Berdampak, Mario Pani, mengatakan program tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

“Optimalisasi pekarangan dan pengolahan sampah organik tidak hanya mempercepat pemulihan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan serta membuka peluang ekonomi produktif berbasis rumah tangga,” ujar Mario dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan perangkat desa, kelompok PKK, serta masyarakat setempat yang aktif mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Keuchik Desa Tetingi mengapresiasi kehadiran mahasiswa PSDKU USK Gayo Lues yang dinilai menghadirkan edukasi dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan warga saat ini.

Menurutnya, program tersebut membantu masyarakat memulihkan ekonomi keluarga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pascabanjir.

Melalui Gerakan Bangkit Pascabanjir, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pembangunan desa berkelanjutan, khususnya di bidang ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Related posts