Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai daerah di Aceh dipadati kendaraan dalam dua hari terakhir. Warga terlihat mengantre panjang untuk mengisi bahan bakar karena khawatir stok BBM akan kosong.
Pantauan di beberapa daerah seperti Banda Aceh, Bireuen, Bener Meriah, hingga Aceh Tengah menunjukkan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU sejak pagi hingga malam hari. Kondisi ini terjadi karena masyarakat melakukan pembelian BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.
Lantaran isu ketersediaan BBM di Indonesia hanya bertahan 20 hari ke depan seperti yang disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahaladia akibat konflik Iran dan AS-Israel.
Sejumlah warga mengaku kekhawatiran mereka juga dipicu oleh pengalaman sebelumnya saat terjadi bencana banjir longsor, ketika ketersediaan BBM sempat langka dan sulit didapat.
Trauma tersebut membuat sebagian masyarakat memilih mengamankan stok bahan bakar lebih awal.
“Takut nanti kosong seperti waktu bencana kemarin. Jadi lebih baik isi penuh sekarang,” ujar Nasri seorang warga yang mengantre di SPBU Simpang Jam Banda Aceh, Kamis (5/3).
Selain kendaraan roda dua dan roda empat, antrean juga didominasi pengendara yang membawa jeriken untuk menyimpan cadangan BBM. Kondisi ini menyebabkan waktu tunggu pengisian menjadi lebih lama dari biasanya.
Sementara itu Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan ada pesan berantai yang mengimbau masyarakat untuk segera memenuhi tangki kendaraannya karena stok BBM akan menipis.
Isu itu, kata dia tidak benar. Persediaan BBM khususnya di Aceh berjalan lancar dan pasokan BBM dan LPG masih aman untuk masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Pertamina mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas yang tidak sesuai dengan fakta.
