Aceh Tamiang (KANALACEH.COM) – Sebanyak 352 kepala keluarga atau 1.396 jiwa penyintas banjir masih bertahan di pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Meski telah memasuki tiga bulan lebih pascabencana, mereka masih bertahan di pengungsian sembari menunggu hunian sementara rampung.
Dari jumlah itu, terdapat 61 bayi dan 106 anak di bawah lima tahun (balita). Angka ini jauh lebih besar dibanding data pengungsi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 992 jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Imam Suhery akrab disapa Bayu menyebutkan, data itu diperbarui secara berkala.
Pasalnya, warga yang sudah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) akan berpindah ke rumah sewa sembari menunggu hunian tetap dikerjakan setelah Idul Fitri tahun ini.
Dia merincikan, pengungsi kini tersisa di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Kejuruan Muda, Sekerak, Rantau, Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, dan Kecamatan Kota Kuala Simpang.
“Jumlah terbesar berada di Kecamatan Sekerak 517 jiwa dan Kecamatan Bandar Pusaka sebanyak 233 jiwa,” ujar Bayu seperti dilansir laman kompas, Minggu, 8 Maret 2026.
Dia menyebutkan, BNPB berusaha menyelesaikan pembangunan hunian sementara sebelum Lebaran. Namun, jika dilihat dari lapangan, tampaknya tidak rampung sebelum Lebaran.
Karena itu, sambung Bayu, pemerintah menawarkan opsi untuk penyintas banjir menerima DTH sehingga bisa menyewa rumah dan melewati Lebaran di rumah sewa.
