Pemerintah Aceh Koordinasi dengan Kemenlu Soal WNI di Iran, Evakuasi Sudah Dimulai

Ilustrasi, penumpang pesawat di Bandara. (ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI terkait perkembangan situasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dan sejumlah negara Timur Tengah.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan hingga saat ini Kemenlu RI belum menyampaikan klasifikasi WNI berdasarkan asal daerah, termasuk dari Aceh, yang berada di Iran maupun kawasan Timur Tengah lainnya.

“Sejauh ini pihak Kemenlu belum menyampaikan klasifikasi WNI menurut asal daerah masing-masing, termasuk Aceh, baik yang berada di Iran maupun di kawasan Timur Tengah lainnya,” kata Muhammad dalam keterangannya, Minggu 8 Februari 2026.

Kendati demikian, Kemenlu RI sebelumnya telah menyampaikan bahwa terdapat sekitar 329 WNI yang berada di Iran. Mayoritas dari mereka merupakan mahasiswa dan pelajar yang tinggal di Kota Qom dan Teheran.

Muhammad menjelaskan proses evakuasi terhadap WNI di Iran telah mulai dilakukan sejak Jumat (6/3). Pada tahap pertama, sebanyak 32 WNI telah berhasil dievakuasi melalui Azerbaijan.

“Evakuasi lanjutan masih terus dijalankan oleh Pemerintah RI dengan menyesuaikan kondisi keamanan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, WNI yang berada di negara-negara Timur Tengah lainnya dilaporkan dalam kondisi relatif aman. Pemerintah di sejumlah negara setempat juga telah mengeluarkan imbauan kepada warga, termasuk warga asing, untuk tidak keluar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, sebagai langkah menjaga keamanan.

Pemerintah Aceh, kata Muhammad, terus memantau perkembangan situasi dan menjalin komunikasi dengan Kemenlu RI untuk mendapatkan informasi terbaru.

“Saat ini Pemerintah Aceh melalui BPPA di Jakarta terus melakukan koordinasi dengan pihak Kemenlu terkait perkembangan ini,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan segera menyampaikan informasi terbaru kepada media apabila terdapat perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi WNI di kawasan tersebut.

Related posts