BLANGPIDIE (KANALACEH.COM) – Semangat kebersamaan menjelang tradisi meugang kembali terlihat di Gampong Lamkuta, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.
Aparatur gampong setempat secara sukarela menyisihkan sebagian gaji mereka untuk membeli dua ekor sapi yang kemudian dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk daging meugang gratis.
“Sebanyak 174 rumah menerima daging. Setiap rumah tangga mendapatkan bagian yang sama agar seluruh warga dapat merasakan kebahagiaan meugang bersama keluarga,” kata Keuchik Gampong Lamkuta, Thaibah.
Program sosial itu digagas langsung oleh Keuchik Gampong Lamkuta, Thaibah, bersama perangkat gampong lainnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian aparatur gampong terhadap masyarakat, khususnya menjelang momentum penting bagi masyarakat Aceh.
“Kami para aparatur gampong sepakat menyisihkan sebagian gaji untuk membeli dua ekor sapi. Dagingnya kami bagikan kepada seluruh masyarakat di Gampong Lamkuta agar semua warga bisa menikmati meugang,” ujar Thaibah, Selasa (17-3-2026).
Menurutnya, tradisi meugang memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Aceh. Tradisi ini tidak hanya menjadi momentum menikmati hidangan daging bersama keluarga, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Proses pembagian daging dilakukan dengan sistem door to door agar penyaluran berjalan lebih tertib dan merata. Aparatur gampong mendatangi langsung rumah warga satu per satu sambil menyerahkan paket daging yang telah dikemas.
Kegiatan tersebut juga berlangsung secara transparan. Sejumlah unsur turut hadir menyaksikan proses pembagian, di antaranya Ketua Tuha Peut Gampong Lamkuta, Ridwan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta aparatur gampong lainnya.
Kehadiran para unsur tersebut bertujuan memastikan kegiatan berjalan lancar serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan program sosial di tingkat gampong.
Ketua Tuha Peut Gampong Lamkuta, Ridwan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif aparatur gampong yang menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan aparatur gampong. Mereka menyisihkan gaji pribadi demi membantu masyarakat agar bisa menikmati daging meugang,” kata Ridwan.
Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat. Menurutnya, kepedulian seperti ini perlu terus dipertahankan dan bahkan menjadi contoh bagi gampong lainnya.
Ridwan juga berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, terutama pada momen-momen penting yang berkaitan dengan tradisi dan kebersamaan masyarakat.
Sementara itu, masyarakat Gampong Lamkuta menyambut program tersebut dengan penuh rasa syukur. Banyak warga mengaku sangat terbantu dengan pembagian daging meugang gratis tersebut, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian keluarga.
Salah seorang warga, Maimun mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah gampong dan masyarakat.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Dengan adanya bantuan daging meugang ini, kami juga bisa merasakan suasana meugang seperti biasanya,” ujarnya.
Tradisi meugang sendiri merupakan budaya khas Aceh yang dilakukan menjelang bulan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Pada momen tersebut masyarakat biasanya membeli dan memasak daging untuk dinikmati bersama keluarga.
Melalui inisiatif aparatur Gampong Lamkuta ini, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali terlihat nyata di tengah masyarakat.
Aparatur gampong tidak hanya menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang saling membantu dan berbagi kebahagiaan menjelang hari-hari penting dalam tradisi Aceh.
