(KANALACEH.COM) – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan cuaca di Arab Saudi saat musim haji 2026 ini mencapai 45 derajat celsius, bahkan bisa lebih. Ia mengimbau para petugas dan jemaah haji Indonesia mewaspadai cuaca ekstrem ini.
“Kondisi cuaca termasuk salah satu bagian yang kita sampaikan kepada petugas, calon petugas haji kita. Perkiraan cuaca di sana pada saat musim haji sekitar 40 sampai 45, bahkan ada kemungkinan lebih dari itu,” ujar Irfan, Senin (20/4).
Irfan mengatakan paparan panas yang ekstrem berisiko memicu kelelahan fisik yang berujung pada dehidrasi massal. Ia mengaku sudah membekali para petugas haji penanganan darurat kepada para jemaah asal Indonesia.
“Tapi yang pasti lebih dari 40, pasti itu. Sehingga kita sampaikan juga kepada calon petugas haji kita apa saja yang harus kita lakukan ketika mendapatkan jemaah kita yang apa istilahnya dehidrasi atau apa itu,” ujarnya.
Selain risiko dehidrasi, stamina tubuh yang terkuras akibat cuaca berpotensi menurunkan sistem imunitas sehingga jemaah menjadi lebih rentan terpapar penularan virus.
“Pemerintah Saudi mewajibkan semua jemaah mendapatkan tiga vaksinasi. Vaksinasi meningitis, kemudian vaksinasi polio, dan vaksinasi Covid ya, Covid. Itu salah satu upaya pemerintah Saudi untuk mencegah merebaknya wabah yang mungkin bisa terjadi,” ujar Irfan.
Di sisi lain, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dorong skema tanazul di hotel saat rangkaian ibadah haji di Mina.
Skema pengalihan tempat istirahat ini disiapkan sebagai solusi konkret untuk mencegah penumpukan massa, mengingat kapasitas area Mina yang sangat terbatas dan tidak sebanding dengan lonjakan jumlah jemaah haji yang terus bertambah setiap tahunnya.
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang mengaku sudah meminta Arab Saudi agar jemaah Indonesia mendapatkan pengecualian beristirahat di akomodasi yang lebih memadai.
“Maksud tanazul ini, jemaah tidak menginap, tidak bermalam, tidak tidur di Mina, tapi tidurnya di hotel. Kewajiban melontar sampai cukup waktunya di Mina baru kemudian ke hotel masing-masing. Ini kita ikut serta juga meyakinkan pihak Saudi bahwa ini jalan terbaik buat Indonesia,” ujar Marwan.
Menteri Haji Irfan menyebut skema tersebut tengah menunggu persetujuan akhir dari pemangku kebijakan di Tanah Suci.
“Terkait tanazul, kita sudah memprogram juga nanti yang tanazul ini, kloter ini, kloter ini, kloter ini sejumlah sekian ribu. Tapi lagi-lagi tetap kita ajukan izin usulan tanazul ke Kementerian Haji dan Umrah Saudi sekaligus ke pihak kepolisian Saudi,” jelas Irfan.
Menurutnya, implementasi skema ini menuntut diplomasi tingkat tinggi karena sangat bergantung pada perizinan dari negara tuan rumah.
“Kalau nanti itu dua-duanya memberikan izin, maka insyaallah enak, lancar, karena seperti disampaikan tadi Mina itu bahkan juga sangat crowded kalau semua harus di dalam tenda. Karena itu ada upaya untuk bisa sebagian bisa tanazul tinggal di hotel masing-masing yang tidak jauh dari Mina,” ujarnya. [CNN]
