Bulog Klaim Stok Beras di Aceh Aman, Cadangan Capai 65 Ribu Ton

Jelang Ramadhan, Bulog Kutacane tambah stok gula
Ilustrasi. (Tempo)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Ketersediaan beras di Aceh dipastikan masih dalam kondisi aman dan terkendali. Perum BULOG Kantor Wilayah Aceh mencatat cadangan beras di sejumlah gudang saat ini mencapai sekitar 65 ribu ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu panjang.

Dilansir laman Infopublik, Pemimpin Wilayah BULOG Aceh, Budi Sultika, mengatakan stok tersebut tidak hanya mencukupi konsumsi rutin masyarakat, tetapi juga disiapkan untuk mendukung berbagai program pemerintah, seperti intervensi pasar dan penyaluran bantuan pangan.

Ia menjelaskan, terjaganya pasokan beras merupakan hasil sinergi lintas sektor yang berjalan efektif. Penyerapan gabah dan beras dari petani lokal dilakukan secara optimal, didukung penguatan koordinasi antarinstansi serta peningkatan kapasitas dan kualitas fasilitas penyimpanan.

Menurutnya, ketersediaan cadangan beras memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjaga pasokan, tetapi juga sebagai instrumen pengendali stabilitas harga di pasar.

Selain itu, stok tersebut menjadi cadangan penting untuk menghadapi kondisi darurat, seperti bencana alam maupun gangguan distribusi.

Dengan cadangan yang memadai, BULOG menjalankan peran ganda sebagai pengendali harga dan bagian dari sistem ketahanan pangan nasional. Keberadaan stok ini dinilai mampu meredam gejolak pasar sekaligus memastikan program bantuan pemerintah berjalan lancar.

Ke depan, BULOG Aceh berkomitmen memperkuat sinergi dengan petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kesinambungan pasokan serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, secara nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan capaian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang untuk pertama kalinya menembus angka 5.000.198 ton pada 23 April 2026.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, khususnya pada periode April.

“Stok beras nasional saat ini mencapai 5.000.198 ton. Ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah dan hasil kerja keras bersama,” ujar Amran, Jumat, 24 April 2026.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil perbaikan menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir, yang mendorong peningkatan produksi secara signifikan.

“Dengan tren ini, swasembada beras bukan lagi sekadar target, tetapi sudah tercapai dan akan terus dijaga keberlanjutannya,” katanya.

Sejalan dengan itu, sejumlah lembaga internasional memproyeksikan produksi beras Indonesia tetap tinggi. Food and Agriculture Organization memperkirakan produksi mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025/2026, sementara United States Department of Agriculture mencatat 34,6 juta ton.

Angka ini konsisten dengan estimasi Badan Pusat Statistik sebesar 34,77 juta ton.

Dari sisi neraca, produksi beras nasional tahun 2026 diproyeksikan mencapai 34,76 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton.

Surplus sekitar 3,66 juta ton tersebut, ditambah carry over stock tahun 2025 sebesar 12,4 juta ton, membuat total stok beras nasional diperkirakan mencapai 16,1 juta ton pada akhir 2026.

Related posts