ASDP Janji Evaluasi Keselamatan Usai Hasil Investigasi KMP Aceh Hebat 2 Terbit

Rute Calang–Simeulue Tetap Berjalan, Aceh Hebat-1 Hanya Ditambah Rute ke Penang. (ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – PT ASDP Indonesia Feri Cabang Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi korban dan keluarga terdampak insiden di KMP Aceh Hebat 2, sekaligus mendukung penuh proses investigasi yang masih dilakukan oleh tim berwenang.

General Manager ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan penyelidikan terkait penyebab insiden masih berlangsung secara menyeluruh. Karena itu, ASDP memilih menunggu hasil resmi investigasi sebelum menyampaikan kesimpulan kepada publik.

“Proses investigasi masih berlangsung dan dilakukan secara menyeluruh oleh tim yang berwenang. Kami menghormati proses tersebut dan menunggu hasil resmi yang nantinya akan menjadi dasar dalam mengambil langkah-langkah selanjutnya,” ujar Andri, Minggu (28/6/2026).

Menurut Andri, ASDP berkomitmen memberikan dukungan penuh agar proses investigasi berjalan secara transparan dan objektif. Perusahaan juga akan melakukan evaluasi internal berdasarkan hasil penyelidikan yang diterbitkan oleh pihak berwenang guna meningkatkan aspek keselamatan operasional.

Selain mendukung investigasi, perhatian utama ASDP saat ini difokuskan pada pendampingan terhadap korban beserta keluarga, sekaligus memastikan pelayanan penyeberangan kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman, nyaman, dan optimal.

“Pihak terdampak menjadi perhatian utama kami. Kami juga terus berupaya memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, sembari menjaga layanan penyeberangan agar tetap aman, nyaman, dan optimal bagi masyarakat,” katanya.

ASDP juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil investigasi resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden sebelum ada keterangan dari pihak yang berwenang.

Sebagai informasi, insiden di KMP Aceh Hebat 2 terjadi pada Jumat (12/6/2026), ketika 14 taruna Politeknik Pelayaran bersama seorang Kepala Kamar Mesin (KKM) tengah menjalani praktik kerja di ruang mesin kapal yang sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Hingga kini, dua taruna dilaporkan meninggal dunia, yakni Fahri Herdi Eko asal Medan, Sumatra Utara, dan Muhammad Bilal Ramzi, warga Sabang. Sementara korban lainnya masih menjalani proses pemulihan.

ASDP menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait selama proses investigasi berlangsung serta memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai ketentuan. Perusahaan berharap hasil investigasi nantinya dapat menjadi dasar untuk memperkuat aspek keselamatan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Related posts