Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Tim mahasiswa FK USK berhasil meraih Juara I dalam kategori Scientific Poster Competition pada ajang WORLD (Global Student Awards for Health) X GALAXY 3.0, kompetisi ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan inovasi dan hasil riset di bidang kesehatan.
Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul Bridging the Health Equity Gap: A Component Network Meta-Analysis of Synergistic Digital Ecosystems for Sustainable Chronic Disease Management in Forced Displacement Contexts.
Tim peneliti terdiri dari tiga mahasiswa FK USK, yakni Salwa Keisha, Nazira Evanda, dan Vania Az Zahra.
Penelitian mereka mengangkat persoalan kesenjangan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami perpindahan paksa akibat konflik, bencana, maupun krisis kemanusiaan, dengan fokus pada pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 (T2DM).
Dalam riset tersebut, tim menggunakan metode Component Network Meta-Analysis (cNMA) untuk mengevaluasi efektivitas berbagai kombinasi intervensi kesehatan digital dalam menurunkan kadar HbA1c.
Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi aplikasi mobile health, tele-coaching, wearable devices, dan layanan kesehatan standar menjadi strategi paling efektif dibandingkan penggunaan teknologi digital secara terpisah.
Temuan itu sekaligus mendukung konsep Digital Health Twin, yakni ekosistem layanan kesehatan digital yang memungkinkan pemantauan pasien secara berkelanjutan, lebih personal, dan efisien, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
Ketua tim, Salwa Keisha, mengatakan penelitian tersebut berangkat dari kepedulian terhadap jutaan masyarakat yang masih kesulitan memperoleh layanan kesehatan akibat situasi kemanusiaan.
“Pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes menjadi tantangan besar di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dapat menjadi solusi yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berbasis bukti untuk menjembatani kesenjangan layanan kesehatan bagi kelompok rentan,” kata Salwa dalam keterangannya, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, hingga pengembang teknologi kesehatan dalam membangun sistem pelayanan yang lebih inklusif dan adaptif.
Capaian itu turut mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Dr. Rina Suryani Oktari.
Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan mahasiswa USK mampu bersaing sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Syiah Kuala tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi berbasis riset terhadap isu-isu kesehatan global. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani tampil di forum internasional,” ujarnya.
Ajang WORLD X GALAXY 3.0 diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dunia yang menampilkan inovasi dan penelitian terbaik di bidang kesehatan.
Keberhasilan meraih Juara I menjadi bukti daya saing, kualitas riset, serta kapasitas akademik mahasiswa FK USK di tingkat internasional sekaligus memperkuat komitmen universitas dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat global.
