Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Polda Aceh masih mendalami penyebab ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2. Hingga kini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) sebagai dasar untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut sekaligus menentukan arah penyidikan.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan, sejak penanganan perkara dimulai, penyidik telah melakukan serangkaian langkah penyidikan, termasuk berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik menjadi salah satu dasar penting untuk mengungkap penyebab ledakan sekaligus menentukan arah penyidikan,” kata Joko dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juli 2026.
Baca: Korban Meninggal Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah Jadi 3 Orang
Selain pemeriksaan di lokasi, penyidik juga telah memintai keterangan 12 saksi. Mereka terdiri atas petugas PT ASDP Indonesia Ferry, pihak sekolah yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, serta sejumlah saksi lain yang mengetahui kejadian.
Menurut Joko, pemeriksaan saksi dilakukan untuk melengkapi alat bukti dan menyusun kronologi peristiwa secara utuh.
Meski begitu, hingga saat ini hasil pemeriksaan Labfor belum diterima penyidik. Karena itu, proses penyidikan masih difokuskan pada pendalaman seluruh kemungkinan penyebab ledakan, termasuk menelusuri ada tidaknya unsur kelalaian maupun dugaan tindak pidana berdasarkan fakta dan alat bukti yang telah dikumpulkan.
Di sisi lain, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan status quo telah rampung. Seiring selesainya proses tersebut, garis polisi juga telah dicabut dan KMP Aceh Hebat 2 diserahkan kembali kepada PT ASDP Indonesia Ferry untuk menjalani pemeriksaan teknis serta perbaikan apabila diperlukan.
Joko mengatakan, keputusan itu diambil mengingat KMP Aceh Hebat 2 merupakan salah satu armada yang memiliki peran penting dalam melayani transportasi laut pada lintasan Banda Aceh–Sabang.
“Penyidik akan terus bekerja secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti. Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan kepada masyarakat setelah hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik diterima dan dianalisis sebagai bagian dari proses penyidikan,” ujarnya.






