Banjir Putus Dua Jembatan di Aceh Utara, Akses Antar Desa Sempat Terisolasi

Aceh Utara (KANALACEH.COM) – Banjir yang melanda Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, memutus dua jembatan penghubung antar desa dan mengganggu akses transportasi warga. Peristiwa itu dipicu meningkatnya debit Sungai Krueng Sawang akibat tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Utara, banjir terjadi pada Jumat (24/7) sekitar pukul 17.00 WIB dan berdampak pada Gampong Krueng Sawang beserta sejumlah desa di sekitarnya.

Akibat banjir tersebut, jembatan gantung swadaya yang menghubungkan Desa Sawang dengan Desa Gunci terputus. Selain itu, jembatan darurat berbahan kayu yang menjadi akses dari Desa Sawang menuju Desa Lhok Cut, Desa Blang Cut, dan Desa Kubu juga hanyut diterjang arus.

Banjir juga menyebabkan akses jalan di Desa Riseh menuju Dusun Cot Calang sempat terisolasi karena tertutup gerondongan kayu yang terbawa arus sungai.

Selain merusak infrastruktur, arus sungai turut menghanyutkan satu unit mobil pengangkut pasir milik warga di Desa Riseh Baroh. Kendaraan tersebut mengalami kerusakan berat setelah terbawa arus.

Meski menimbulkan kerusakan infrastruktur dan kerugian material, BPBD Aceh Utara memastikan tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Petugas Pusdalops PB BPBD Aceh Utara telah disiagakan di pos masing-masing untuk melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi.

Hingga Sabtu (25/7) pukul 13.31 WIB, kondisi Sungai Krueng Sawang dilaporkan telah kembali normal dan situasi di lokasi kejadian dinyatakan kondusif. Namun, kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan masih memerlukan penanganan lebih lanjut.

Related posts