Menteri PU Kebut Rekonstruksi Bendung Pante Lhong, 6.562 Hektare Sawah Bireuen Segera Dialiri Air

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Bendung Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh. Langkah itu dilakukan agar pasokan air kembali mengalir ke sekitar 6.562 hektare sawah yang terdampak banjir bandang.

Kepastian tersebut disampaikan Dody saat meninjau langsung progres pekerjaan di lokasi, Rabu (29/7).

Bendung D.I. Pante Lhong mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang melanda wilayah itu pada November 2025. Kini, Kementerian PU mempercepat proses rehabilitasi sebagai bagian dari pemulihan pascabencana sekaligus mendukung percepatan musim tanam dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Dody mengatakan percepatan perbaikan infrastruktur irigasi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar petani yang terdampak bencana hidrometeorologi dapat segera kembali berproduksi.

“Memang sudah menjadi arahan Bapak Presiden bagaimana agar para petani yang kemarin terdampak bencana bisa secepatnya bangkit lagi. Saya sudah dua kali ke sini hanya untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama. Kita harus memastikan bahwa air ini tetap mengalir ke sawah-sawah yang paling jauh,” kata Dody.

Selain mempercepat penyelesaian bendung, Kementerian PU juga akan melakukan normalisasi jaringan irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian kembali optimal. Pemerintah juga akan mengevaluasi kondisi lahan yang tertutup sedimentasi akibat banjir.

Menurut Dody, lahan yang hanya tertutup endapan tipis akan dibersihkan. Sementara lahan dengan sedimentasi berat akan dibahas lebih lanjut bersama Kementerian Pertanian untuk menentukan langkah penanganan.

“Untuk sawah-sawah yang sudah menjadi daratan, itu perlu kita diskusikan dengan Kementerian Pertanian. Kalau lumpurnya tidak terlalu tebal, mungkin bisa kita bantu membersihkannya. Tetapi kalau sudah terlalu tebal, tentu perlu penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Dody didampingi Bupati Bireuen Mukhlis dan menyempatkan berdialog dengan para petani penerima manfaat. Mereka mengaku optimistis percepatan pembangunan bendung akan menghidupkan kembali aktivitas pertanian di kawasan itu.

Anggota Kelompok Tani Tanjung Jaya, Desa Juli, Zaki Alfiza, mengatakan kerusakan bendung selama ini menyebabkan petani kesulitan memperoleh air sehingga banyak lahan tidak dapat ditanami.

“Kondisi petani di sini sangat membutuhkan air. Kami memperkirakan rekonstruksi bendung ini akan selesai lebih dari lima tahun, tetapi alhamdulillah hari ini kami melihat prosesnya jauh lebih cepat,” kata Zaki.

Ia berharap pasokan air dapat segera pulih sehingga petani bisa kembali mengolah lahan dan memulai musim tanam pada Oktober 2026.

Saat ini, pekerjaan rehabilitasi Bendung D.I. Pante Lhong meliputi pengerukan sedimen pada bangunan intake, pembangunan emergency spillway, serta pembangunan cover dam dengan total panjang penanganan sekitar 150 meter. Pemerintah menargetkan percepatan pekerjaan tersebut mampu memulihkan layanan irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bireuen dan Aceh.

Related posts