Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Politeknik Aceh mendorong penguatan ekonomi berbasis masyarakat dengan menerapkan teknologi tepat guna (TTG) pada UMKM Mekar Jaya Bakery di Desa Lamcot, Kabupaten Aceh Besar. Program tersebut berhasil meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing usaha roti lokal.
Program itu dijalankan melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Mekar Jaya Bakery merupakan usaha yang dikelola M. Husen sejak 2000 dengan mempekerjakan lima karyawan. Selama ini, usaha tersebut memproduksi roti tawar dan berbagai jenis roti isi, seperti srikaya, kacang hijau, dan kelapa, yang dipasarkan ke warung kopi serta toko kelontong di Aceh Besar dan Banda Aceh.
Sebelum mendapatkan pendampingan, proses produksi dan pengemasan masih mengandalkan peralatan manual sehingga kapasitas produksi terbatas.
Ketua Pelaksana Program, Zoel Fachri, bersama tim mekatronika dan mahasiswa kemudian menghadirkan mesin pengaduk adonan berkapasitas 25 kilogram untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.
Hasilnya, waktu pengolahan 75 kilogram tepung berkurang drastis dari 180 menit menjadi hanya 30 menit atau meningkat efisiensinya hingga 83,3 persen. Penggunaan mesin tersebut juga membuat adonan lebih homogen dan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 28,6 persen, dari 7.000 menjadi 9.000 potong roti dalam setiap proses produksi.
Modernisasi juga dilakukan pada tahap pengemasan. Mesin penyegel plastik konveyor menggantikan metode perekat lilin yang sebelumnya digunakan. Perubahan itu membuat proses pengemasan lebih cepat hingga 50 persen sekaligus menghasilkan kemasan yang lebih rapi, higienis, dan dilengkapi informasi tanggal kedaluwarsa.
Untuk mendukung operasional, tim juga menyediakan genset berkapasitas maksimal 2.800 watt sebagai sumber listrik cadangan.
Selain memperbarui teknologi produksi, Politeknik Aceh turut memberikan pendampingan manajemen usaha. Rismadi memberikan pelatihan terkait pencatatan keuangan dan pengelolaan bahan baku, sementara Ramadhani membimbing pelaku usaha dalam memanfaatkan media sosial dan strategi pemasaran digital.
Pemilik Mekar Jaya Bakery, M. Husen, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, bantuan mesin dan pelatihan memberikan dampak nyata terhadap efisiensi usaha.
“Mesin dan pelatihan yang diberikan sangat membantu karena proses produksi menjadi lebih cepat, adonan lebih merata, serta kemasan lebih rapi dan higienis. Kami berharap Mekar Jaya Bakery dapat terus berkembang dan memperluas pemasaran,” kata Husen.
Politeknik Aceh berharap penerapan teknologi tepat guna tersebut dapat menjadi contoh pemberdayaan UMKM berbasis inovasi, sehingga pelaku usaha lokal mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
