Mawardi Nur Dilantik Jadi ‘Bos’ BPMA

Mawardi Nur dilantik jadi kepala BPMA. (ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik Mawardi Nur sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8).

Mantan Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda itu langsung memasang target meningkatkan produksi migas Aceh melalui optimalisasi lifting, pengembangan sumur tua, hingga memperbesar keterlibatan pelaku usaha lokal.

Usai dilantik, Mawardi mengatakan amanah yang diberikan pemerintah akan dijalankan dengan mengedepankan integritas dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor hulu migas.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Saya siap membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor hulu migas demi kemajuan Aceh,” kata Mawardi.

Ia menegaskan ada tiga agenda utama yang akan menjadi fokus kepemimpinannya di BPMA.

Pertama, meningkatkan lifting minyak dan gas bumi (migas) serta menekan biaya operasi agar penerimaan negara dan daerah dari sektor migas dapat dioptimalkan.

Kedua, mempercepat pengembangan ekosistem sumur tua dan sumur masyarakat sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Menurutnya, pengelolaan sumur-sumur tersebut dapat menjadi sumber tambahan produksi migas di Aceh apabila dijalankan secara legal dan terintegrasi.

Ketiga, memperluas partisipasi kontraktor lokal serta sumber daya manusia (SDM) asal Aceh dalam seluruh rantai kegiatan industri hulu migas, mulai dari jasa penunjang hingga pengembangan lapangan.

Mawardi menilai sektor migas Aceh harus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, tidak sebatas mengejar peningkatan produksi.

Karena itu, ia ingin investasi di sektor hulu migas mampu mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja asal Aceh.

“Kami ingin memastikan industri migas tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh melalui investasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, dan peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.

Sebelum memimpin BPMA, Mawardi menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda. Selama memimpin badan usaha milik daerah tersebut, ia melakukan transformasi tata kelola perusahaan sekaligus memperluas portofolio bisnis ke sejumlah sektor, seperti perdagangan kopi Aceh, industri baja ringan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, hingga perikanan.

Related posts