Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi melantik Mawardi Nur sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8).
Mawardi menggantikan pimpinan sebelumnya dengan membawa target meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) Aceh melalui optimalisasi lifting, pengembangan sumur tua, serta memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal dalam industri hulu migas.
Sebelum dipercaya memimpin BPMA, Mawardi menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda sejak 28 Februari 2025.
Berdasarkan profil yang dipublikasikan PT PEMA, Mawardi lahir di Madat, Aceh, pada 1 Februari 1990. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Ekonomi di Universitas Trisakti pada 2018 dan melanjutkan pendidikan Master of Business Administration (MBA) di University of California, Irvine, Amerika Serikat.
Karier profesionalnya juga mencakup pengalaman sebagai General Manager di Simon Mall, Los Angeles, Amerika Serikat, pada periode 2018 hingga 2020. Sebelumnya, ia pernah menjadi staf senator di Dewan Perwakilan Daerah (DPD)/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada 2010-2014.
Selain aktif di dunia profesional, Mawardi juga memiliki rekam jejak di sejumlah organisasi. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Provinsi Aceh sejak 2023.
Sebelumnya, Mawardi pernah memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh Timur pada 2021-2024, menjabat Ketua Forum Bersama Aceh (FOBA) pada 2013-2014, serta menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti periode 2011-2012.
Usai dilantik sebagai Kepala BPMA, Mawardi menyatakan fokus utamanya adalah mendorong peningkatan produksi migas Aceh. Langkah tersebut akan ditempuh melalui optimalisasi produksi lapangan yang telah beroperasi, pengembangan sumur-sumur tua, serta mendorong keterlibatan lebih besar perusahaan dan tenaga kerja lokal dalam kegiatan industri migas di Aceh.
