Rp12,3 Miliar Digelontorkan untuk Bangun MIN 5 Pijay yang Hancur Diterjang Banjir

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Delapan bulan setelah diterjang bencana hidrometeorologi, pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, resmi dimulai. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp12.364.805.000 untuk pembangunan gedung utama madrasah tersebut.

Menteri Agama Nasaruddin Umar meletakkan batu pertama pembangunan MIN 5 Pidie Jaya di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Selasa (11/8/2026). Pembangunan ini menjadi realisasi janji Nasaruddin saat meninjau lokasi madrasah yang hancur akibat bencana pada Desember 2025 lalu.

“Janji saya kepada warga, insya Allah sekolah yang hilang mudah-mudahan akan datang penggantinya lebih baik lagi,” kata Nasaruddin.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari mengatakan anggaran Rp12,36 miliar tersebut diperuntukkan bagi pembangunan gedung ruang kelas belajar (RKB), kantor, kantin, serta pengadaan mobiler dan komputer.

Anggaran itu belum mencakup seluruh fasilitas yang direncanakan dalam kompleks madrasah baru.

Gedung baru MIN 5 Pidie Jaya dirancang dua lantai dengan fasilitas yang lebih lengkap. Desainnya melibatkan tim Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), dengan rencana pembangunan masjid, rumah guru, laboratorium, perpustakaan, halaman, dan fasilitas pendukung lainnya.

Sebelum pembangunan dimulai, bangunan MIN 5 Pidie Jaya diketahui hancur dan hanyut diterjang banjir hingga hanya menyisakan satu blok pagar beton. Selama delapan bulan, para siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di belakang masjid dengan kondisi ruang yang terbatas.

Nasaruddin berharap pembangunan dapat rampung kurang dari satu tahun sehingga siswa segera memiliki ruang belajar yang layak. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bentuk pemenuhan janji pemerintah sekaligus bagian dari upaya pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera.

Related posts