Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem meminta kepala daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring prediksi peningkatan curah hujan selama tiga bulan ke depan.
Mualem mengingatkan kondisi tanah di sejumlah kawasan yang terdampak bencana hidrometeorologi setahun lalu masih labil dan belum kokoh.
Kondisi tersebut, kata dia berpotensi meningkatkan risiko bencana, terutama tanah longsor, saat hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Aceh.
“Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari peningkatan intensitas curah hujan yang akan terjadi selama kurun waktu tiga bulan ke depan,” kata Mualem dalam surat imbauan yang ditujukan ke kepala daerah di Aceh.
Juru bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi membenarkan surat tersebut. Kata dia, permintaan itu disampaikan menyusul informasi prediksi curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh.
BMKG memperkirakan wilayah Aceh akan mengalami curah hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi pada Oktober sampai Desember 2026.
“Gubernur menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,” kata Nurlis, Kamis (17/9).
Untuk itu Mualem mengimbau pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang pernah terdampak bencana.
Sementara untuk wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diminta membersihkan lingkungan dan saluran drainase melalui gotong royong.
Masyarakat juga diimbau menyiapkan Tas Siaga Bencana berisi dokumen penting dan perlengkapan dasar, mengamankan instalasi listrik serta barang berharga, dan memantau informasi peringatan dini dari BMKG.
Sejak sepekan terakhir hujan yang mengguyur Aceh menyebabkan sejumlah daerah mulai tergenang banjir luapan seperti di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Aceh Barat Daya.







