Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra kian meluas hingga menyelimuti 13 kabupaten/kota di Provinsi Aceh pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Dampak sebaran asap ini memicu penurunan jarak pandang secara signifikan di berbagai daerah, bahkan di wilayah Aceh Utara dilaporkan jarak pandang tersisa sekitar 2 hingga 3 kilometer.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Fitriana Nur, menyampaikan bahwa hasil pemantauan satelit pada pukul 08.00 WIB menunjukkan kabut asap menyelimuti area yang sangat luas.
Daerah yang terdampak meliputi Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Langsa, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Simeulue, Nagan Raya, hingga Sabang.
Penurunan kualitas jarak pandang ini juga terkonfirmasi langsung melalui pengamatan stasiun meteorologi di lapangan. Di Stasiun Meteorologi Sabang, jarak pandang dilaporkan terganggu hingga turun menjadi sekitar 3 kilometer.
Fitriana mengonfirmasi bahwa laporan terbaru dari stasiun setempat memang mencatat penurunan jarak pandang yang disebabkan oleh kepungan asap tersebut.
Kondisi serupa tercatat di Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara, yang menunjukkan jarak pandang berkisar 2 hingga 3 kilometer pada jam yang sama.
Adapun di wilayah Nagan Raya dan Sabang, jarak pandang berada pada kisaran 3 hingga 5 kilometer, sedangkan Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar memantau jarak pandang relatif lebih aman di angka 7 hingga 8 kilometer.
Selain sebaran asap, BMKG turut mendeteksi keberadaan satu titik panas (hotspot) di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
Titik panas tersebut teramati dalam pemantauan hingga Rabu (14/10) pukul 23.59 WIB.
