Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Aceh buka suara merespons insiden penggerebekan yang menyeret kadernya yang kini menjabat sebagai Ketua DPRK Nagan Raya.
Oknum pejabat tersebut diduga digerebek oleh istri sahnya sendiri saat tengah berduaan dengan seorang perempuan di rumah dinas.
Ketua DPW PPP Aceh, Amiruddin, mengaku telah mengetahui informasi terkait dugaan penggerebekan tersebut melalui pemberitaan di media massa.
Baca: Ketua DPRK Nagan Raya Digerebek Istri saat Berduaan di Rumah Dinas
Namun, ia menyebut pihak internal partai hingga saat ini belum menerima laporan resmi.
”Saya sudah mendengar kabar tersebut yang beredar melalui berita dan medsos. Namun sejauh ini belum ada laporan resmi yang saya terima,” kata Amiruddin saat dikonfirmasi, Kamis, 29 Oktober 2026.
Amiruddin menegaskan bahwa DPW PPP Aceh tidak akan berupaya pasang badan atau menutup-nutupi perbuatan melanggar etika yang dilakukan oleh kadernya.
Kendati demikian, ia menilai peristiwa tersebut sejauh ini berada dalam ranah pribadi sang oknum.
”DPW tidak akan melindungi dan menutup mata terhadap tindakan tersebut. Menurut saya, itu persoalan pribadi, ranah personal tiap orang, dan itu oknum ya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amiruddin menyatakan pihaknya akan mendalami dan mempelajari kronologi insiden tersebut secara komprehensif.
Pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah lantaran status kasus tersebut masih sebatas dugaan.
Meski begitu, ia menekankan partai siap mengambil tindakan atau menyikapi sesuai prosedur apabila yang bersangkutan nantinya terbukti melakukan pelanggaran.
”Nantinya tentu kita akan mempelajari kejadian ini. Kalau terbukti bersalah maka tetap salah, kalau terbukti seperti dugaan karena ini masih dugaan ya,” tegas Amiruddin.







