Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Provinsi Aceh mendesak agar insiden penembakan yang menewaskan satu orang warga sipil dan melukai belasan lainnya di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, diproses secara hukum.
Peristiwa tersebut terjadi menyusul tindakan represif aparat saat penertiban bendera bulan bintang saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Efendi menyatakan bahwa Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem dan Wakil Gubernur Fadhlullah meminta agar persoalan tersebut ditangani secara tepat dan transparan.
“Tentu penanganan dilakukan secara hukum. Ada korban jiwa dan korban luka-luka dari masyarakat sipil. Prinsip utamanya tetap dalam koridor perdamaian dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat,” ujar Nurlis kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (5/11).
Sementara itu Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas peristiwa yang merenggut nyawa warga sipil tersebut.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh pihak. Ia pun mengimbau agar tidak ada lagi pihak yang mengedepankan cara-cara kekerasan.
Baca: TNI Diduga Bubarkan Warga Rayakan Maulid dengan Senjata di Pidie, 1 Orang Meninggal
“Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa. Saya berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, dan tidak membiarkan persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tuturnya.
Polemik mengenai pengibaran bendera hendaknya kata dia diselesaikan secara bermartabat dan tanpa mengorbankan nyawa warga. “Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh,” pungkasnya.






