James Bond Lahir dari Mesin Tik Emas

“My love, This is only a tiny letter to try out my new typewriter and to see if it will write golden words since it is made of gold.” Isi surat yang menandai dimulainya aksi agen 007 James Bond.

Jakarta (Kanal Aceh.com) – Agen rahasia Inggris 007 kembali beraksi. Sejak Jumat kemarin (6/11), para pencinta film menyesaki bioskop untuk mengikuti James Bond yang kembali dibintangi oleh Daniel Craig. Aksi Bond kali ini menelusuri jejak musuh bebuyutan dalam seri ke-24, Spectre.

Bila ditelusuri lebih jauh, organisasi yang dikepalai Ernst Stavro Blofeld ini muncul pertama kali di novel ke-sembilan Thunderball (1961) karya Ian Fleming. Demikian isi artikel yang ditayangkan di website resmi sang penulis novel James Bond.

Di novel itu, Fleming menulis, “The point is that we never cleaned up Spectre. … It was a kind of independent spy network- ‘The Special Executive for Counter-espionage, Terrorism, Revenge and Extortion’ they call themselves.”

Beberapa pekan sebelum film Spectre ditayangkan di bioskop, novel Thunderball dirilis kembali bersama dua novel lain karya Fleming—On Her Majesty’s Secret Service dan You Only Live Twice—dalam The Spectre Trilogy versi buku maupun e-book.

Nyaris berbarengan dengan rilis trilogi ini, pada awal Oktober 2015, sang keponakan, Fergus Fleming, mengedarkan buku The Man with the Golden Typewriter, berisikan surat dan naskah yang pernah ditulis Fleming semasa hidup dengan mesin tik.

Buku brilian ini mengungkapkan tentang kesejatian Fleming serta perkembangan novel James Bond sejak edisi pertama, Casino Royale (1953). Semua berawal dari mesin tik berlapis emas yang dibeli Fleming sebagai kado untuk dirinya sendiri.

“My love, This is only a tiny letter to try out my new typewriter and to see if it will write golden words since it is made of gold.” Demikian isi surat yang diketik Fleming untuk istrinya, Ann, pada 1952, sebelum menyelesaikan Casino Royale.

Surat itulah yang menandai awal mula aksi agen 007 James Bond, juga karier Fleming sebagai penulis thriller terkenal. Ia benar-benar menuliskan kata-kata emas, atau dengan kata lain mendulang emas dari sukses novel maupun waralaba film James Bond.

Surat-surat yang ditulis pria bernama asli Ian Lancaster Fleming sebagaimana terangkum dalam The Man with the Golden Typewriter juga mengisahkan persahabatannya dengan novelis Raymond Chandler, serta penulis naskah Noël Coward dan Somerset Maugham.

Namun kebersamaan Fleming dengan mesin tik emas kesayangannya tak berlangsung lama. Pada 1964, ia mangkat setelah menuntaskan 14 novel James Bond, serta buku The Diamond Smugglers (1957), Thrilling Cities (1963), dan Chitty Chitty Bang Bang (1964).

Ada yang Sama, Ada yang Beda

Bila masih hidup, tahun ini, Fleming berusia 107 tahun dan memirsa film Spectre. Sayangnya, ia hanya sempat merasakan sukses dua novelnya yang diadaptasi ke layar lebar, Dr. No dan From Russia with Love. Keduanya dibintangi aktor Sean Connery.

Karier Fleming sebagai penulis terbilang singkat. Setelah menjalani beberapa pekerjaan, ia mulai menulis di usia 43 tahun di Jamaica. Fleming meninggal di usia 56 tahun di Kent, Inggris, setelah dua tahun sebelumnya sempat terkena serangan jantung.

Sebelum menjadi penulis, Fleming pernah bergabung dengan Intelijen Angkatan Laut Inggris. Pengalaman menulis memoradum yang berkaitan dengan CIA semasa Perang Dunia II, pada 1941, menjadi sumber inspirasi Fleming mengkreasikan kisah Bond.

Sebagaimana tertera di situs wes resminya, Fleming mencitrakan Bond sebagai pria berpostur tegap 183 cm dan 76 kg, bermata biru, berambut gelap, yang mengencani banyak wanita. Sementara Fleming sendiri “cuma” memiliki banyak kawan.

Selebihnya, pria kelahiran di London, Inggris, 28 Mei 1908, ini menggambarkan Bond sebagai agen rahasia yang jago menembak, meninju dan melempar pisau. Bond menguasai bahasa Perancis dan Jerman. Ia juga gemar mengisap cerutu dan mereguk minuman keras.

Bond memiliki “cacat tubuh” berupa bekas luka di pipi kanan dan pundak kiri, juga bekas operasi plastik di tangan kanan. Sedangkan Fleming yang merupakan lulusan Eton College ini pernah mengalami patah tulang hidung saat bermain rugby, pada 1926.

Bond tak suka memakai dasi kupu sebagaimana Fleming. Selain dasi, selera mobil pun berbeda. Fleming tak pernah memiliki Bentley atau Aston Martin. Mobil pertamanya, Morris—yang dinamakan Zoroastra—dan mobil terakhirnya, Studebaker Avanti.

Berikut Trailer James Bond – Spectre:

Sumber: CNN Indonesia

Komentar Facebook
Ucapan pelantikan Gubernur dan wakil gubernur dari kantor keuangan