Perusahaan di China enggan bayar biaya perobatan karyawannya

Perusahaan di China enggan bayar biaya perobatan karyawannya
Tong didih tempat Longhua mengalami kecelakaan kerja (Shanghaiist)
--Ads--
loading...

Shanghai (KANALACEH.COM) – Sungguh malang nasib pria asal Tiongkok ini. Hampir enam bulan lamanya, Yuan Longhua dirawat di rumah sakit akibat luka bakar yang dideritanya. 99 Persen tubuhnya telah ‘matang’ akibat kecelakaan saat bekerja, dan kaki kanannya pun terpaksa diamputasi.

Dilansir Shanghaiist, Sabtu, (23/1), pria berusia 38 tahun itu bekerja di perusahaan CQC Grup. Insiden yang menyebabkan luka bakar di hampir sekujur tubuh Longhua itu, terjadi pada 1 Agustus 2015 lalu.

Ketika itu, ia merasa sangat lelah, setelah 13 jam bekerja tanpa jeda. Alhasil, ia pun dikabarkan terjatuh ke dalam tong didih. Nyawa Longhua akhirnya tertolong setelah segera dilarikan ke rumah sakit.

Ads

Namun, lebih malangnya lagi, perusahaan tempatnya bekerja tak mau membayar biaya medis Longhua. Pihak perusahaan malah menghubungi saudara Longhua dan merayu saudaranya, agar pengobatan Longhua dihentikan saja.


Berita Terkait:

Buruh Aceh tuntuh UMP 2016 Rp2,37 juta

Buruh Aceh Minta Pemerintah Revisi PP nomor 78 Tahun 2015

loading...


“Kami menyarankan, meminta saudara untuk memberitahu rumah sakit agar menyerah pada pengobatan. Setelah ia meninggal, kami akan bayar kompensasi,” tulis pesan teks perwakilan CQC Grup kepada Yuan Longyun, saudara Longhua.

“Maksudmu kita harus menidurkan (memaksa mematikan) dia? Anda tidak akan memberikan pengobatan?” balas Longyun.
Namun, kemudian perwakilan CQC Group tak merespons balik.

“Sejak kecelakaan kakakku, bos (perusahaan CQC) belum pernah menampilkan wajahnya,” kata Longyun. “Kami tidak memiliki nomor telepon, hanya komunikasi kita adalah melalui perwakilan perusahaan,” ujarnya menambahkan.

Longyun menyatakan, sejak CQC tak bersedia untuk membayarkan pengobatan, keluarga telah berusaha keras mencarikan uang sebanyak 30 ribu yuan. Kini, keluarga masih berutang sebanyak 90 ribu yuan pada pihak rumah sakit.

Sejak kasus itu menjadi heboh dan ditulis banyak media, CQC akhirnya bergerak. Kini mereka pun mengusahakan biaya untuk kelanjutan pengobatan Longhua. [Vivanews]

Ads