Haji Uma Dukung Haji Adnan

by Muhammad Husni
Haji Uma Dukung Haji Adnan

BANDA ACEH (KANALACEH.COM) – Anggota DPD RI Asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma menilai sosok dan kiprah AKBP Drs H Adnan sangat positif dalam rangka Pamen Polri Peduli Masyarakat. Bahkan aktor utama Film komedi Aceh ‘Eumpang Breuh’ itu mendukung jika H Adnan mencalonkan diri sebagai Walikota Banda Aceh periode 2017-2022.

“Sampai larut malam pun beliau masih memberi pelayanan kepada masyarakat. Sosok polisi seperti pak Adnan ini perlu ditumbuhkembangkan disemua satuan kepolisian. Saya mendukung penuh bahkan kalau AKBP Adnan mencalonkan diri untuk walikota Banda Aceh,” sebut Haji Uma, kepada kanalaceh, di Banda Aceh.

Haji Uma juga mengajak AKBP Drs H Adnan yang populer dengan sebutan “Polisi Meu Pep-Pep” untuk main film bersama. Menurutnya, Film yang mengisahkan potret sisi lain kehidupan warga Banda Aceh itu bakal digarap dalam waktu dekat ini.

“Dalam waktu dekat ini kami buat film ‘Meu Pep-Pep Sayang Rakan’ yang menceritakan kondisi Aceh saat ini, yang cukup menyedihkan misalnya terkait penggeseran budaya dan dekadensi akhlak,”terang Haji Uma.

“Untuk cerita film tersebut saya melihat langsung kondisi di beberapa sudut kota Banda Aceh termasuk di kawasan Keudah,” imbuhnya.

Haji Uma, sebelumnya pada Sabtu (19/3) dinihari, memantau Kompleks Terminal Keudah Banda Aceh yang disinyalir sudah menjadi tempat tinggal para gelandangan.

Tidak hanya sudirman. Hal senada juga diungkapkan Muhammad Daud, warga Banda Aceh. Dikatakannya, masyarakat kini merindui sosok walikota seperti H.Adnan yang dekat dengan warga kota Banda Aceh. “Kita sudah capek dengan konsep-konsep. Kita sudah jenuh dengan cerita di berbagai media massa. Hari ini kita butuh kerja nyata bukan kerja cerita,” kata M.Daud, saat ditemui di warkop Pasifik, kawasan BPKP Banda Aceh.

M. Daud juga berpendapat, jika H Adnan berpasangan dengan Haji Uma untuk calon walikota Banda Aceh periode 2017-2022, maka menjadi pasangan yang ideal dan dekat dengan rakyat. “Kami merindui sosok seperti ini. Dekat dengan warga. Peduliorang miskin, sederhana, bahkan kapanpun masyarakat berani menyetop mobil yang mereka tumpangi,”kata M.Daud, dengan mimik serius. [husni/rel]

You may also like