28.2 C
Banda Aceh

Prajurit TNI penjaga pulau terluar di Aceh kesulitan air

Headline

- Advertisement -PHP Dev Cloud Hosting

Sabang (KANALACEH.COM) – Anggota TNI yang mengemban tugas mengamankan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Pulau Rondo, Provinsi Aceh, wilayah terluar di Indonesia itu kesulitan air bersih dan listrik.

Komandan Pleton (Danton) Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Pulau Rondo Lettu Mar Farizal di Sabang baru-baru ini menyatakan, air bersih dan listrik merupakan kebutuhan primer, namun di Pulau Rondo susah mendapatkannya.

Dia juga mengakui, di Pulau Rondo sendiri ada satu mesin penyulingan air yang disediakan, tapi biaya operasionalnya sangat tinggi dan tidak sebanding dengan air yang dihasilkan. Malahan untuk memenuhi kebutuhan air jika hujan turun pihaknya harus menampung air hujan.

- Advertisement -

“Air yang dihasilkan dari mesin penyulingan sangat sedikit, dan tidak sesuai dengan biaya operasinal yang dikeluarkan. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari kami juga menampung air hujan untuk konsumsi sehari-hari,” jelasnya.

Kemudian lanjutnya, untuk kebutuhan energi listrik, sebelumnya ada solar cell (listrik tenaga matahari), tapi belakagan ini tenaga surya itu sudah rusak, dan kebutuhan listrik disana dibantu oleh tenaga surya milik navigasi, itu pun terbatas, katanya.

“Solar cell kita sudah lama rusak dan belum diperbaiki sampai sekarang. Syukur selama ini kebutuhan listrik dibantu oleh solar cell dari mercusuar milik navigasi,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, secara keseluruhan luas Pulau Rondo 42 hektare. Dan letaknya pada titik koordinat 06.05.00 LU dan 095.07.00 BT.

Kota Sabang sendiri terdiri dari lima pulau diantaranya Pulau Weh, Rubiah, Seulako, Klan dan paling ujung Pulau Rondo yang jaraknya sekitar 15 mil atau 15,6 kilometer lepas pantai Kota Sabang. | antaranews.com

Berita Terkait

Cloud Hosting Indonesia

Trending

Berita Terbaru