LBH Banda Aceh laporkan penganiayaan hakim ke Komnas HAM

Ilustrasi Komnas HAM
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh selaku kuasa hukum seorang hakim yang diduga menjadi korban penganiayaan oknum polisi melaporkan kasus tersebut ke Komisi Nasional (Komnas) HAM.

“Kami melaporkan kasus penganiayaan hakim ini ke Komnas HAM Perwakilan Aceh di Banda Aceh,” kata Kepala Divisi Bantuan Hukum dan Peradilan LBH Banda Aceh, Wahyu Pratama di Banda Aceh, Rabu (29/6).

Wahyu Pratama menyebutkan LBH Banda Aceh telah menerima kuasa dari Mahdy Usman. Mahdy Usman merupakan hakim di Pengadilan Agama Jakarta Barat. Mahdi Usman merupakan korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum AKP M, perwira Polri yang bertugas di Polda Aceh.

Ads

Wahyu mengatakan tim LBH mendampingi korban Mahdy Usman membuat pengaduan ke Komnas HAM. Di Komnas HAM, korban melaporkan kronologi penganiayaan yang diduga dilakukan oknum polisi tersebut.

“Dalam pengaduannya ke Komnas HAM, korban penganiayaan tidak hanya Mahdy Usman. Tapi, juga tiga anaknya dan seorang adik iparnya menjadi korban,” kata dia.

Wahyu Pratama menduga ada pelanggaran Perkap Nomor 14 Tahun 2015 tentang kode etik profesi Polri yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polda Aceh tersebut.

“Kami meminta Polda Aceh mengusut tuntas kasus penganiayaan hakim tersebut hingga tuntas dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku,” kata Wahyu Pratama.

Mahdy Usman, hakim Pengadilan Agama Jakarta Barat bersama tiga anaknya dan seorang adik iparnya diduga menjadi korban penganiayaan oknum polisi yang bertugas di Polda Aceh. Penganiayaan diduga dilakukan pertengahan Juni lalu.

Korban sekeluarga diduga dianiaya oknum polisi di depan pintu pagar rumahnya di Jalan Cut Nyak Dhien Lorong Lam Awe 1, Gampong Lamteumen Barat, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Adapun tiga anak Mahdy Usman yang juga menjadi korban penganiayaan yakni Fanny Tasyfia, 25 tahun, Yadaina Ulya, 23 tahun, dan Ruhil Fathana Mahdy, 16 tahun. Serta adik ipar Mahdy Usman bernama Mulyadi. [Antara]

Ads