Panwaslih minta dua Cagub Aceh untuk klarifikasi

  • Whatsapp
Pasangan cagub dan cawagub Aceh dari jalur independen, Zakaria Saman (kedua iri) dan Teuku Alaidinsyah (ketiga kiri) memberikan klarifikasi saat diminta keterangan oleh Ketua Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Syamsul Bahri (kanan) di Banda Aceh, Rabu (11/1). (Antara Foto)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh meminta klarifikasi dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terkait pernyataan mereka yang diduga melanggar saat debat kandidat akhir Desember 2016.

“Kami memintai klarifikasi dua pasangan calon tersebut terkait pernyataan mereka yang diduga melanggar pada debat kandidat pertama beberapa waktu lalu,” kata Ketua Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Panwaslih Aceh Tharmizi di Banda Aceh, Rabu (11/1).

Dua pasangan calon yang dimintai klarifikasi tersebut yakni pasangan Zakaria Saman dan T Alaidinsyah serta pasangan Abdullah Puteh dan Said Mustafa Usab.

Seharusnya, kata dia, ada tiga pasangan calon yang dimintai klarifikasi. Namun, satu pasangan calon yakni Zaini Abdullah dan Nasaruddin tidak memenuhi undangan Panwaslih Aceh sesuai waktu yang ditentukan.

“Kami masih menunggu kehadiran pasangan Zaini Abdullah dan Nasaruddin guna dimintai klarifikasi terkait pernyataan saat debat kandidat beberapa waktu lalu yang diduga melanggar,” ungkap Tharmizi.

Tharmizi mengatakan, dugaan pelanggaran tiga pasangan calon tersebut berdasarkan laporan atau rekomendasi Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA). Laporan tersebut disampaikan ke Panwaslih Aceh.

Berdasarkan laporan tersebut, kata dia, Panwaslih menindaklanjuti dengan memanggil tiga pasangan calon yang diduga melanggar. Namun, yang datang hanya dua pasangan calon dan memberikan klarifikasinya.

Selanjutnya, kata Tharmizi, Panwaslih Aceh akan mengkaji hasil klarifikasi dua pasangan calon tersebut. Hasil klarifikasi ini akan diplenokan apakah ada pelanggaran atau tidak.

“Kami akan segera memplenokan dan memutuskan hasil klarifikasi dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini apakah memenuhi unsur pelanggaran atau tidak,” kata Tharmizi.

Terkait debat kandidat berikutnya yang digelar pada 11 Januari, Tharmizi mengimbau semua pasangan calon tidak perlu saling menyerang dengan kata-kata. Sampaikanlah dengan perkataan yang menyejukkan.

“Masyarakat Aceh sekarang ini semakin cerdas dalam menentukan sikap politiknya. Jadi, sampaikan visi membangun Aceh dalam debat kandidat nantinya,” kata Tharmizi. [Antara]

Related posts