Informasi pengeroyokan anggota Densus 88 di Langsa tak jelas

Informasi pengeroyokan anggota Densus 88 di Langsa tak jelas
Ilustrasi Pengeroyokan. (huffingtonpost.com)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Info terkait pengeroyokan anggota Densus 88 Mabes Polri bernama Sawaludin (20) warga Matang Selimeng, Kota Langsa yang dilakukan 2 oknum anggota Polres Langsa ternyata informasi yang tak jelas.

Info pengeroyokan tersebut sudah tersebar di kalangan wartawan sejak Minggu (29/1) kemarin. Namun Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan membantah informasi tersebut.

“Itu informasi yang tidak jelas,” tegas Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan kepada Kanalaceh.com, Senin (30/1).

Ads

Dari informasi yang diterima Kanalaceh.com, kejadian itu terjadi Sabtu (28/1) dinihari sekira pukul 23.30 WIB. Sawaludin mengendarai sepeda motor berboncengan dengan abangnya yang bernama Aan dan bersamaan dengan itu melintas 1 unit sepeda motor yang di kenderai oleh 2 orang diduga oknum polisi Polres Langsa.

Sampai depan Masjid Paya Bujuk Seulemak kira-kira jarak 300 meter dari Makodim, abangnya Sawaludin yang bernama Aan batuk-batuk di atas motor.

Namun, oleh oknum anggota polres dianggap mengejek sehingga terjadi pertengkaran mulut, dan oknum tersebut mengeluarkan pistol mengarahkan ke arah Aan sehingga Sawaludin anggota Densus 88 Mabes Polri marah.

Tiba-tiba oknum anggota polres tersebut langsung memukul sawaludin dan yang lainnya juga ikut mengeroyok. Sedangkan Sawaludin telah menunjukkan tanda pengenal bahwasanya dia anggota Densus 88 Mabes Polri yang sedang melaksanakan cuti di Aceh Langsa.

Namun oknum anggota polres tidak percaya dan terus melanjutkan pukulan bahkan menginjak kepala di aspal sehingga Sawaludin mengalami luka-luka.

“Masih simpang siur tentang pengeroyokan oleh anggota polisi, banyak kejanggalan, diduga korban tidak diketahui posisinya,” jelas Kombes Goenawan.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi ke Polres Langsa, namun info tersebut belum akurat. [Aidil Saputra]

Ads