Kata pemerhati pendidikan masa kepemimpinan Sarjani-Iriawan

Pasangan Sarjani-Iriawan mengakomodir kaum perempuan
Cover buku saku buatan Poldes tentan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pidie periode 2017-2022, Sarjani Abdullah-M Iriawan. (Ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Aktivis dan pemerhati pendidikan non formal, Ismail Von Sabi menilai kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pidie non aktif, Sarjani Abdullah-M Iriawan sangat baik karena terdapat program yang dianggap sangat fenomenal, yaitu gerakan “1 hari 1 ayat”.

“Ini merupakan sebuah gerakan membangun karakter masyarakat Pidie yang Islami berbasis Al-Quran,” kata Ismail dalam buku saku Mengenal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pidie periode 2017-2022, Sarjani Abdullah-M Iriawan.

Ia menambahkan, kemudian program pendidikan yang berbasis pesantren yang menerapkan pendidikan disamping
pendidikan umum juga dinilai sangat baik. Dari segi pemerintahan, pasangan tersebut berhasil membangun komunikasi yang baik dengan multistakeholder baik dengan DPRK, basis-basis masyarakat, maupun dengan elemen sipil lainnya.

Ads

“Pada pemimpin sekarang proses pengajuan anggaran selama 5 tahun ini tidak pernah molor, karena komunikasi dengan DPRK sudah sangat baik,” kata Ismail.

Pada bidang ekonomi, lanjutnya, Kabupaten Pidie membangun desa secara mandiri dengan kolaborasi dana Alokasi Dana Gampong (ADG) dan Dana Desa.

“ADG di plot pada aparatur, sedangkan dana desa itu khusus untuk pembinaan, pemberdayaan, dan pembangunan gampong,” tambah Ismail. Program seperti ini, sambung dia, membuat kemajuan desa dapat dimulai dari desa itu sendiri.

Mengenai pendidikan, pola pembangunan pendidikan yang menjadi landasan adalah integritas. “Pada ujian
Nasional 2015 kemarin nilai indeks integritas kita meningkat walaupun nilai UN kita anjlok. Bapak bupati mengintruksikan kepada dinas pendidikan untuk tidak membantu siswa. Program ini dibuat untuk menanamkan penguatan mental masyarakat yang berawal dari pendidikan yang kemudian menjadi passion masyarakat,” katanya.
Kemudian juga pada pendidikan, ada program pertukaran konsep belajar pada guru. Jadi pada SD, SMP, dan SMA unggul dijadikan laboratorium untuk guru-guru belajar metode pengajaran siswa pada sekolah tersebut. Sehingga guru-guru yang selama ini mengajar dengan metode lama harus belajar mengenai
metode belajar baru pada sekolah-sekolah tersebut.
Menurutnya, pengembangan
pendidikan melalui jalur non-formal pemerintah merespon dengan sangat luar biasa, disamping dibantu dengan baik dan berkala bahkan hari ini pemerintah Kabupaten Pidie juga mengajak beberapa pihak untuk menjadi mitra pemerintah dalam advokasi pendidikan.

Ismail pun berharap program yang baik pada periode ini harus terus dilaksanakan. Kemudian penguatan ekonomi berbasis keluarga, yang outputnya menjadi ekonomi mikro. Yang terakhir adalah pola komunikasi yang selama ini sudah bagus harus terus dijaga agar masyarakat tidak menjadi korban. (***)

Ads