Meski telat, Abu Doto tetap hadiri debat kandidat tahap III
Debat Cagub Aceh tahap III di Amel Convention, Banda Aceh, Selasa (31/1). (Kanal Aceh/Randi)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Ide dari program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) diperebutkan oleh tiga pasang calon Gubernur Aceh, pada debat kandidat tahap III di gedung pertemuan Amel Convention Hall, Selasa (31/1).

Masing-masing pasang calon tersebut ialah, Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah, Zakaria Saman-T. Alaidinsyah dan pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid.

Perdebatan awal mengenai lahirnya JKA dimulai dari Zakaria Saman, ia menyebutkan ide JKA itu berasal dari dia. Ia menceritakan, setelah dibahas program JKA itu, kemudian dibawa ke Jakarta. Setelah itu dikirim lagi ke Aceh untuk disepakati.

AdsPHP Dev Cloud Hosting

Lanjutnya, sebelum ditandatangani program tersebut, kepala daerah waktu itu dipimpin oleh plt Gubernur Aceh, Mustafa Abubakar untuk meminta persetujuan dengan Zakaria Saman. “Setelah dibahas, kepala daerah meminta persetujuan dengan saya. Lalu saya iyakan, maka lahirlah JKA itu, ” kata Zakaria Saman yang akrab disapa Apa Karya ini.

Dikatakannya, JKA itu sebenarnya lahir untuk kepentingan masyarakat Aceh dan bukan milik sekelompok orang. “Jangan sampai sapi punya susu, lembu punya nama, “katanya dengan bahasa Aceh disambut tepuk tangan oleh massa yang hadir.

Menanggapi hal itu, Irwandi Yusuf mengatakan, Ide JKA yang termasuk dalam programnya itu berasal dari Idenya. Ia menilai apa yang di sampaikan Apa Karya mengenai lahirnya JKA itu hoax dan ia tidak pernah mendengar sebelumnya.

Ia menjelaskan, Ide JKA itu semasa dia memimpin Aceh (2007-2012). Lahirnya JKA waktu itu disepakati oleh legislatif, yang dimana legislatif diisi oleh orang-orang Partai Aceh.

“Ide dari saya tapi yang melakukan itu legislatif dan eksekutif. Tanpa persetujuan legislatif, maka eksekutif tidak bisa melakukannya. Maka saya berlakukan JKA karena didukung legislatif, “ujar Irwandi.

Sementara itu, calon wakil gubernur nomor urut lima, TA Khalid berpendapat bahwa JKA lahir karena disokong oleh dana otsus. Sebagai juru bicara dana otsus pada waktu itu, ia melihat akibat dana otsus itulah lahir JKA. Dimana pengesahan itu dilakukan oleh legislatif yang mayoritas diisi oleh Partai Aceh.

“JKA itu lahir dari dana otsus bukan lobi sana lobi sini, “katanya.

Ia mempertegas, JKA lahir akibat hubungan Irwandi Yusuf dengan Partai Aceh masih terjalin dengan baik, sebelum Irwandi Yusuf membuat partai baru.

Disamping itu menurut panelis debat yang juga pengamat politik dari Unsyiah, Syaifuddin Bantasyam beranggapan bahwa JKA ialah bagian pembangunan kesehatan rakyat. Menurutnya, pemahaman JKA antar paslon saat debat mungkin berbeda. Sehingga, kata dia, ada paslon yang meminta klarifikasi.

“Apa yang dikatakan saat dabat oleh paslon soal JKA itu memang ada kaitannya dengan persoalan kesehatan masyarakat Aceh pada saat ini, ” ujarnya. [Randi]

Ads
Artikel SebelumnyaKata pemerhati pendidikan masa kepemimpinan Sarjani-Iriawan
Artikel SelanjutnyaMahasiswa UIN dilarang terlibat politik praktis