FPI sesalkan pernyataan Senator Aceh

FPI sesalkan pernyataan Senator Aceh
Ilustrasi. Puluhan anggota FPI Kota Banda Aceh brefing sebelum pawai dilaksanakan di Kota Banda Aceh, Sabtu (31/12) malam. (Kanal Aceh/Fahzian Aldevan)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Front Pembela Islam (FPI) Aceh menyesalkan pernyataan Senator asal Aceh, Ghazali Abbas mengenai insiden pengusiran Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis saat mengunjungi Banda Aceh dalam pembukaan Penas KTNA Sabtu (6/5) lalu.

Menurut Ketua FPI Aceh, Tgk Muslim At-Tahiry, ia tidak mempermasalahkan adanya masyarakat Aceh yang marah atas sikap Cornelis yang dinilai intoleran dengan cara mengusir ulama dari Kalimantan Barat.

Ia menilai, pernyataan Ghazali Abbas yang menyebutkan bahwa sikap pengusiran Cornelis dari Aceh bukan budaya orang Aceh. Hal itu disesalkan oleh pihaknya.

Ads

“Menyikapi pernyataan Ghazali Abbas yang terkesan membela Cornelis kami sesalkan dan kami sangat kecewa terhadap beliau,” katanya, Senin (8/5).

Dikatakannya, masyarakat Aceh yang mengusir Cornelis ada dasarnya, karena sudah mengusir ulama dan memprovokasi warga dalam pidatonya yang meminta warga untuk mengusir ulama.

Kata dia, pihaknya heran terhadap salah seorang tokoh Aceh yang masih membela Cornelis, sementara Cornelis bukan orang Aceh.

Untuk itu ia mengingatkan kepada Ghazali Abbas untuk tidak menyalahkan umat Islam. “Kalau umat Islam sendiri menyalahkan umat Islam yang membela Ulama pewaris nabi ini tidak wajar,” ujarnya.

Disamping itu, ia juga membantah bahwa FPI yang melakukan penolakan Gubernur Kalbar tersebut. Aksi tersebut, kata dia, atas inisiasi umat muslim yang ada di Banda Aceh.

Meskipun ada oknum FPI yang bergabung dengan massa aksi, itu bukan atas nama FPI. “Dibuktikan saja, apakah mereka (FPI) ada terlibat dalam aksi tersebut dengan membawa atribut?,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ghazali Abbas menyesalkan insiden demo oleh sekelompok massa yang ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Barat itu di beberapa lokasi seperti simpang lima, Hotel Hermes dan di stand Penas KTNA.

Ia menyebutkan bahwa masyarakat Aceh memiliki budaya menghormati tamu dan sudah sepantasnya masyarakat Aceh harus memperoleh penghormatan bukan pengusiran. [Randi]

Ads