Petani dan nelayan Aceh disarankan hadir ke Penas KTNA

Petani dan nelayan Aceh disarankan hadir ke Penas KTNA
Penas KTNA XV di Banda Aceh, Aceh. (Kanal Aceh/Randi)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Acara Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) Ke XV yang dipusatkan di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh banyak dikunjungi masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya.

Even 3 tahunan yang dihadiri oleh 35.000 peserta dari seluruh Indonesia itu dibuka Presiden Jokowi pada Sabtu (6/5) lalu.

Dalam acara Penas KTNA itu banyak stand, mulai stand yang ada di lingkungan Stadion Harapan Bangsa maupun di bagian belakang stadion tempat kluster holtikultura dan tanaman pangan.

Ads

Di setiap tempat yang dikunjungi, masyarakat dapat melihat berbagai hasil pertanian dan perikanan yang dipamerkan oleh perwakilan setiap provinsi, kabupaten/kota, dan dinas terkait.

Melihat geliat Penas KTNA, Ketua umum Pimpinan Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Aceh, Tuanku Muhammad mengharapakan agar ini bisa dimaksimalkan oleh masyarakat Aceh, khususnya petani dan nelayan Aceh untuk bertanya dan belajar.

Tuanku Muhammad mengungkapkan bahwa ada banyak ilmu yang bisa dipelajari dari setiap stand maupun pertunjukan yang ditampilkan di acara itu.

“Sudah saatnya petani dan nelayan Aceh berkunjung ke Penas KTNA, pelajari setiap kelebihan yang ada di daerah lain yang kemudian bisa diterapkan oleh petani dan nelayan di Aceh,” katanya dalam siaram pers kepada Kanalaceh.com, Selasa (9/5).

Menurutnya, daerah Aceh sebagai provinsi yang mayoritas penduduknya adalah petani dan nelayan tentu harus mampu meningkatkan kapasitas dan keilmuan dalam bertani dan melaut.

Lanjut Tuanku, sudah banyak teknologi pertanian dan perikanan yang bisa digunakan dalam meningkatkan hasil. “Salah satu cara kita tahu perkembangan itu semua ya hadir ke acara Penas KTNA di Banda Aceh,” ujarnya.

Selan itu, Tuanku menyarankan kepada Pemerintah Aceh juga harus mencoba mengadakan even seperti Penas KTNA di tingkat provinsi agar petani dan nelayan dapat semangat dalam bertani dan melaut.

Oleh karena itu, dia pun mengajak petani dan nelayan Aceh hadir beramai-ramai ke Penas KTNA sebelum ditutup pada 11 Mei.

“Jangan sampai waktu sudah tutup baru bertanya, dimana Penas KTNA, apa juga hebat kali dibilang tomat busuk kok ditanam,” demikian Tuanku. [Aidil/rel]