Menhub imbau pemudik kembali sebelum 29 Juni

Menhub imbau pemudik kembali sebelum 29 Juni
Kendaraan pemudik antre menuju gerbang exit tol Pejagan-Brebes Timur, Jawa Tengah, Sabtu (2/7). Puncak arus mudik pada H-4 Lebaran volume kendaraan yang melintas tol meningkat dibandingkan H-5 dan mengakibatkan kemacetan panjang di pintu keluar tol tersebut. (Antara Foto)
--Ads--

Jakarta (KANALACEH.COM) – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi memprediksi puncak arus balik Lebaran tahun ini akan terjadi pada tanggal 1 dan 2 Juli 2017. Karena itu, Menhub mengimbau para pemudik agar kembali dari kampung halaman sebelum 29 Juni 2017.

“Saya secara pribadi dan secara institusi mengimbau, kalau bisa, pulang itu maksimal tanggal 29,” kata Budi melalui keterangan tertulis, Selasa (27/6).

Menhub mengatakan, dari evaluasi yang dilakukan Kementerian Perhubungan, untuk mudik tahun ini jumlah warga yang mudik dan yang balik pada H+4 Lebaran sama banyaknya.

Ads

“Evaluasinya itu kita mesti lihat secara lebih menyeluruh. Saya menduga hari ketiga sudah arus balik, hari keempatlah. Itu artinya puncak arus balik Lebaran 2017 akan terjadi pada Sabtu 1 Juli dan Minggu 2 Juli,” kata dia.

Imbauan Menhub agar pemudik pulang sebelum 29 Juji sangat beralasan, karena terhitung mulai Jumat (30/6), truk dan kendaraan berat lainnya mulai diizinkan beroperasi kembali.

Dengan begitu, potensi kemacetan akan semakin besar karena pemudik yang baru akan balik ke Jakarta pekan depan akan berbagi rute dengan truk-truk besar.

“Kami sudah meniadakan atau membatalkan transportasi truk-truk tertentu itu 8 hari, cukup lama. Jadi tidak mungkin kita memperpanjang pembatasan truk. Jadi kalau memang sudah enggak ada kegiatan lagi, lakukanlah sebelum tanggal 30 Juni,” kata dia.

Menhub juga akan mengoptimalkan tol darurat dari Gringsing ke Pemalang pada arus balik. Tol darurat tersebut akan dioptimalkan untuk arus balik pada H+3 dan H+4 Lebaran.

“Tol fungsional akan digunakan. Jadi kalau sekarang masih menuju ke Jawa Tengah, nanti kalau balik pasti digunakan,” kata dia. [Beritasatu]

Ads