Tolak rencana BPKH berinvestasi di tanah wakaf milik Aceh di Mekkah
Anggota DPR RI dari Dapil Aceh, Nasir Djamil. (Detik)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Proyek pembangunan instalasi pengolahan air limbah (Ipal) di kawasan makam ulama dan raja di gampong Pande, Kota Banda Aceh mendapat kritikan dari sejumlah pihak.

Kritikan itu datang dari anggota DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil, ia menilai pembangunan Ipal ini seolah ingin menghilangkan sejarah Aceh. Apalagi dengan cara membangun tempat pembuangan tinja.

“Ini sama saja melempar kotoran ke wajah kita, ini sangat menyakitkan,” cetusnya, saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Senin (29/8).

Ads

Baca: Situs sejarah di Banda Aceh dijadikan tempat pembuangan tinja

Dikatakannya, sebelumnya ia juga sudah mengunjungi lokasi tersebut. Kemudian akan mengangkat persoalan itu melalui seminar dan diskusi bersama anggota DPR RI dan DPD di senayan.

Baca: Makam Ulama dan Raja di Banda Aceh tercemar limbah

Hal itu dilakukan guna mengembalikan marwah sejarah Aceh, bahwa Aceh mempunyai kerajaan islam yang besar. Menurutnya, pembangunan itu juga penting tetapi menyelamatkan sejarah itu juga sangat penting. “Pembangunan tersebut jangan sampai meniadakan peninggalan sejarah.

Diketahui, proyek Ipal tersebut termasuk dalam pembangunan strategis Nasional yang sudah diresmikan pembangunannya oleh Menteri PUPR dan Puan Maharani. Banyak kalangan yang sebelumnya mengkritik pembangunan itu, karena telah memasuki kawasan cagar budaya. [Randi]