Medsos pengaruhi politik, Jokowi usul Prodi Meme di universitas

900 kepala desa ditangkap, warga diminta awasi dana desa
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Kanal Aceh/Fahzian Aldevan)

Bandung (KANALACEH.COM) – Presiden Joko Widodo meminta universitas di Indonesia untuk turut mengantisipasi perubahan-perubahan yang berasal dari media sosial. Salah satunya, ujarnya sambil berkelakar, dengan membuat program studi meme.

“Misal Universitas Padjadjaran ini punya fakultas media sosial, jurusannya ME-ME, kenapa tidak?” ujar Presiden di Dies Natalis Universitas Padjadjaran, Bandung, Senin (11/9).

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa media sosial atau bahkan meme tidak bisa dibiarkan begitu saja. Presiden memperkirakan bahwa di masa mendatang media sosial akan makin populer dan berpengaruh. Bahkan, kata ia, medsos sudah menunjukkan kemampuan mengubah lanskap politik.

Ia memberi contoh Pemilu Presiden AS. Donald Trump yang tidak populer berhasil mengalahkan Hillary Clinton yang populer karena kampanye yang masif di media sosial. Oleh karenanya, ia merasa perlu ada program studi atau jurusan khusus soal media sosial.

Media sosial, kata Presiden, akan mengubah lanskap politik global, nasional, hingga lanskap politik di daerah.

“Lanskap ekonomi juga berubah,” kata Presiden Joko Widodo yang memberi contoh jurusan Master of Digital Media and Society di Cardiff University, Inggris, sebagai program studi yang menarik.

Presiden mengatakan bahwa jurusan seperti media sosial perlu ada untuk memperkaya jurusan yang ada. Menurut Presiden, belum banyak perubahan jurusan atau program studi di Indonesia.

“Berani berubah. Bertahun-tahun universitas kita fakultasnya tak berubah.” Fakultas Ekonomi, misalnya jurusannya manajemen, pembangunan, akuntansi, yang wajib ada terus. “Unpad bagaimana? Oh sama, ternyata,” ujar Presiden Joko Widodo sambil terkekeh. [Tempo.co]

Komentar Facebook
Ucapan pelantikan Gubernur dan wakil gubernur dari kantor keuangan