Makanan kuliner khas Simeulue, memek. (Kanal Aceh/Randi)
Makanan kuliner khas Simeulue, memek. (Kanal Aceh/Randi)
--Ads--

Sinabang (KANALACEH.COM) – Setiap daerah memiliki makanan khas sendiri, begitu juga dengan Kabupaten Simeulue, Aceh, yang kaya akan budaya dan wisata kuliner. Salah satu makanan khasnya (maaf) bernama memek.

Ketika mendengar kata memek, mungkin yang terbayang dibenak ialah konotasi negatif. Namun memek yang dimaksud ialah makanan khas di pulau paling barat Indonesia ini.

Makanan tradisional Simeulue ini terbuat dari beras ketan putih yang digongseng, pisang, santan dan gula. Lalu di campur dan di tumbuk menggunakan batang pisang atau bahan yang keras agar bahan bakunya halus.

Ads

Ketika kanalaceh.com mencicipi makanan ini, rasanya manis. Aroma pisangnya terasa. Makanan Memek ini persis seperti bubur, yang membedakannya ialah perpaduannya dengan beras ketan yang digongseng, membuat makanan ini seperti ada kriuk-kriuknya.

Makanan ini biasanya disajikan ketika acara buka puasa bersama, acara lebaran, dan acara pesta. Makanan memek merupakan makanan peninggalan raja yang sudah ada sejak zaman dulu di Simeulue. Selain itu, juga menjadi hidangan kehormatan bagi para tamu yang berasal dari luar.

“Di Simeulue paling dicari itu makanan yang terbuat dari pisang, beras ketan yaitu memek, itu makanan tradisional disini yang masih tetap eksis, ” kata Wakil Bupati Simeulue, Afridawati di Pantai Matanurung, Simeulue, Aceh, Pada Kamis (26/10).

Diakui Afridawati, makanan memek ini terbilang sulit untuk menemuinya di Simeulue. Sebab, makanan ini sudah jarang ada yang menjajakannya di warung atau toko milik warga. Kecuali, pengunjung memesannya terlebih dulu.

Namun, pihaknya sudah merancang agar makanan khas daerah penghasil lobster ini bisa ditemui dan selalu ada setiap saat. “Kita upayakan agar makanan ini siap saji, agar pengunjung tidak kesulitan untuk menemukannya, ” ujarnya.

Salah seorang Wisatawan, Putri Natasya, setelah mencicipi makanan memek, mengaku kuliner ini mampu memanjakan lidah pengunjung. “Meskipun namanya agak aneh ya, tapi rasanya enak, manis, dan tidak eneg dimulut, “ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh kanalaceh.com mengenai harga per porsi, memek ini sempat ada yang menjual seporsinya Rp 10 ribu. [Randi]

Ads