Rektor Unsyiah: Jika sekolah belum isi PDSS, siswa tak bisa ikut SNMPTN

Rektor Unsyiah: Jika sekolah belum isi PDSS, siswa tak bisa ikut SNMPTN
Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2018 kepada SMA/sederajat se-Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang di Gedung AAC Dayan Dawood, Senin (29/1). (Humas Unsyiah)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Dr Ir Samsul Rizal M Eng mengingatkan kepada sekolah SMA/sederajat untuk segera mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Hal ini disampaikan Samsul Rizal saat sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 kepada SMA/sederajat se-Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang di Gedung AAC Dayan Dawood, Senin (29/1).

Samsul mengatakan, jadwal pengisian dan verifikasi PDSS telah dimulai sejak 13 Januari – 10 Februari 2018. Namun data yang masuk ke panitia sampai hari ini persentasenya masih rendah.

“Minggu lalu kami rapat dengan panitia, itu yang mengisi masih 30 %. Nah, ini masih ada waktu sekitar dua minggu lagi untuk mengisi data PDSS,” ujarnya.

Menurut Samsul, hal ini harus menjadi perhatian sekolah. Pasalnya, jika sampai batas waktu yang ditentukan sekolah belum mengisi data PDSS, maka para siswa tidak bisa mengikuti seleksi SNMPTN.

Selain itu, Samsul juga mengingatkan kepada pihak sekolah untuk mengisi data dengan benar dan tidak berlaku curang seperti merekayasa nilai raport. Sebab, jika hal tersebut menjadi temuan oleh tim verifikasi SNMPTN maka siswa yang bersangkutan bisa didiskualifikasi.

“Saya sangat sedih jika ada anak-anak kita yang sudah lulus di Unsyiah, tapi terpaksa harus kita keluarkan karena masalah ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui pendaftaran SNMPTN akan dimulai pada 21 Februari – 6 Maret 2018. Sementara pengumuman hasil seleksi adalah tanggal 17 April 2018.Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui website www.snmptn.ac.id dan www.pmb.unsyiah.ac.id.

Sebelumnya, Unsyiah telah melakukan sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2018 ke enam wilayah Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) yaitu mulai dari Bireuen, Langsa, Takengon, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya. Dan  diikuti oleh para Kepala Sekolah dan Operator sekolah di wilayah tersebut. [Aidil/rel]

Related posts