Suntik investasi US$ 30 Juta, perusahaan asal Dubai akan survei Migas di Aceh

  • Whatsapp
Ilustrasi blok migas. (netralnews.com)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Perusahaan asal Dubai, Generation Resource Discoveries akan melakukan survei terhadap potensi minyak dan gas di Aceh. Survei dilakukan pada 20.000 km2 area dengan investasi US$ 30 Juta.

Generation Resource Discoveries juga menggandeng perusahaan asal Kanada, NXT Energi Solutions Inc. dalam melaksanakan survei. Metode survei Stress Field Detection (SFD) berbasis gravitasi dari NXT Energi Solutions Inc. dapat memetakan migas lebih cepat dengan tingkat keakuratan yang tinggi.

“Metode survei SFD akan mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan. Kami yakin proyek ini akan sukses karena kami memberikan manfaat penting untuk mengatasi tantangan industri,” kata Director Global Business Development NXT Energy Solutions Sajid Sayeed seperti dilansir laman Bisnis.com, Selasa (10/4).

Selain itu, menurut Sajid, NXT Energi Solutions Inc. memiliki model geologi yang lengkap dan data untuk eksplorasi migas. Mereka yakin, peluang sukses secara komersial lebih besar karena perusahaan Generation Resource Discoveries dan NXT Energi Solutions Inc. punya portofolio investasi internasional yang kompetitif.

Pada tahun ketiga setelah survei pada 20.000 km2 area di Provinsi Aceh, Pemerintah Aceh akan merekomendasikan perusahaan Generation Resource Discoveries untuk mendapatkan 2.500 kmarea untuk eksplorasi lebih lanjut dan produksi. Pihak perusahaan akan menginvestasikan US$ 15 Juta untuk kegiatan eksploitasi blok konsesi tersebut.

Akhir Februari 2018 lalu, pimpinan perusahaan Generation Resource Discoveries dan Pemerintah Aceh menandatangani nota kerja sama terkait proyek investasi survei geofisika dan eksplorasi minyak dan gas bumi di Aceh.

Pemerintah Aceh akan memberi dukungan pada perusahaan asing tersebut pada tiga hal, yaitu berupa dukungan pengurusan administrasi dan perizinan oleh perusahaan kepada pemerintah RI, mendukung program survei dan integrasi data, dan terakhir dukungan pada program eksplorasi dan produksi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pindu Aceh Iskandar mengatakan, pihak perusahaan asing akan melakukan survei migas di daerah onshore dan offshore di laut andaman.

“Mereka survei dengan teknologi yang lebih bagus, jadi tingkat keberhasilan deteksi adanya minyak itu sekitar 75%. Disurvei dari udara,” kata Iskandar kepada Bisnis Indonesia.

Pada pelaksanaannya, tambah Iskandar, pihak perusahaan butuh data awal seperti data geologi dan luasan daerah, lalu mereka juga melakukan focus group discussion dengan ahli geologi di Aceh untuk mempelajari kondisi Aceh.

Menurutnya tahun ini minat investor untuk masuk ke Aceh meningkat. Hal itu karena adanya promosi yang baik dari pemerintah Aceh sehingga brand image Provinsi Aceh makin baik di mata investor. “Bisnis itu adalah kepercayaan,” tutur Iskandar disela focus group discussion terkait migas di Aceh.

Tahun ini, lanjutnya, pemerintah Aceh fokus pada pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, dan meningkatkan perdagangan di wilayah Aceh. Aceh berpotensi mendatangkan banyak investor karena letak geografis yang dekat dengan negara ASEAN serta memiliki pelabuhan internasional dan bandara internasional.

Provinsi Aceh juga memiliki Kawasan Ekonomi Khusus Arun di Lhokseumawe yang dulunya merupakan kawasan migas. Kawasan Arun terbilang strategis karena dekat dengan India, Thailand, dan Malaysia.

Menurut Kepala Bidang Migas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Aceh Joni, potensi migas di Aceh masih besar, terlebih yang letaknya di laut, seperti potensi migas di blok andaman. Potensi migas di laut Provinsi Aceh, sebutnya, belum dieksploitasi perusahaan manapun.

Ia menyebutkan, saat ini di Aceh ada 13 perusahaan sektor migas yang sedang bekerja di laut dan di darat untuk kegiatan eksplorasi dan produksi. Perusahaan tersebut rata-rata sudah lama masuk di Aceh. Sementara tahun 2018, baru Generation Resource Discoveries yang melakukan kerja sama dengan Pemerintah Aceh pada sektor migas.

“Mereka (Generation Resource Discoveries) yakin mereka bisa melakukan produksi migas di 3,5 tahun pertama,” sebut Joni kepada Bisnis Indonesia.

Gubernur Aceh dalam sambutannya pada focus group discussion terkait eksplorasi migas yang diwakili kepala DPMPTSP Aceh Iskandar mengatakan, berbagai kemudahan dan intensif seperti tax holiday, bebas bea masuk dan pengurangan pajak telah dilakukan untuk menarik minat investor.

“Pemerintah sekarang memberikan perhatian serius untuk investor, terutama di sektor industri hulu migas,” ujar Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Ia berharap, investasi yang dilakukan pengusaha membuat dampak positif bagi perekonomian Aceh dan mengembalikan posisi Aceh sebagai pusat industri migas di Indonesia.(K33). [Randi]

Related posts