Sambai Oen Peugagah masih eksis di bulan ramadhan

Sambai Oen Peugagah. (Dani Randi)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Aceh punya tradisi unik dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan, seperti tradisi meugang. Bukan hanya itu, Aceh juga memiliki kuliner unik yang bisa dinikmati setiap berbuka puasa.

Makanan khas itu ialah Sambai Oen Peugagah, bahan baku makanan ini terdiri dari racikan 44 dedaunan yang tumbuh hidup di Aceh. Diyakini, makanan ini menjadi favorit bagi indatu yang telah ada pada masa zaman kerajaan Aceh.

Sambai Oen Peugagah, yang berarti sambal daun pegagan, sajian kuliner yang sudah turun temurun dilestarikan. Meski berlabel sambal, makanan ini pada dasarnya menyerupai panganan urat.

Ads

Lalapan menu makanan tradisional yang unik ini disantap dengan taburan kelapa parut. Rasa yang khas, membuatnya sering jadi menu digemari untuk berbuka.

Makanan ini sangat sulit ditemui di hari-hari biasa. Namun, jika bulan suci Ramadhan, hampir semua lokasi penjual takjil di Kota Banda Aceh menjajakan panganan ini.

Di Kota Banda Aceh, Sambai Oen Peugagah bisa dijumpai di Peunayong, Gampong Baro bahkan Ulee Kareng. Uniknya, penjual makanan warisan indatu ini rata-rata digemari berusia lanjut.

“Sekarang malah orang-orang tua yang dominan pesan ini, tapi berapa banyak pun dibuat tetap habis laku,” kata Aisyiah penjual lalapan Sambai Oen Peugagah saat ditemui di kawasan Peunayoung, Banda Aceh, Jumat (18/5).

Aisyiah mengatakan, setiap jenis daun yang digunakan dalam meracik Sambai Oen Peugagah memiliki khasiat tersendiri. Jenis daun itu yakni, daun jeruk purut, daun mengkudu, daun peugagah, daun sigeuntot, daun lawah dan puluhan jenis daun lainnya. Namun sekarang tak mudah mendapatkan 44 jenis daun itu.

“Kalau pun dapat, tapi tidak banyak. Mungkin itulah alasannya kalau Oen peugagah ini jarang dijual kalau bukan di bulan Puasa,” sebut Aisyiah.

Cara membuat makanan ini, kata Aisyiah, tidak sembarangan dicampur. Harus mempunyai keahlian, jika tidak rasanya dan aromanya bisa menyengat. “Harus terampil tak boleh asal asalan,”sebutnya.

Daun yang sudah dicuci bersih, kemudian dicincang tipis-tipis dan dilumuri dengan kelapa parut atau giling. Sebelumnya kelapa itu harus diaduk dulu bersama rajangan bawang merah, cabe merah, bunga kala, cabe rawit dan asam sunti yang dihaluskan.

Untuk lebih gurih, ditaburi bawang goreng, kacang goreng atau kemiri goreng yang sudah dihaluskan. Sambai siap disajikan. Aromanya harum, rasanya unik, gurih, pedas, sedikit asam.

Sambai Oen Peugagah bukan sekadar untuk kenyang, khasiat dan kandungan klorofil dari dedauan itu dipercaya juga menyehatkan badan. Lalapan ini bisa dijadikan sebagai teman santap nasi untuk memperkaya rasa gurih dan pedas layaknya urap kering.

Untuk satu porsi, lalapan ini dijual Rp 5.000. Saat ramadhan tidak susah untuk mencari panganan ini. [Randi]