Bocah SD di Nagan Raya surati Presiden terkait Izin PT EMM

Ilustrasi tambang emas. [mongabay.co.id]
--Ads--

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Muhammad Marhaban, bocah kelas 2 sekolah dasar Beutong Ateuh Benggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh mengirim sepucuk surat yang ditujukan ke Presiden Joko Widodo untuk mencabut izin tambang emas yang bereda di daerahnya.

Surat yang ditulis dengan tangan itu berisikan kekhawatirannya akan dampak dari tambang PT Emas Mineral Murni (PT EMM) yang akan merusak tempatnya bermain. Surat itu ditulis ditengah gejolak penolakan masyarakat Aceh terhadap tambang PT EMM.

Dimana perusahaan yang akan mengesplorasi sekitar 10 ribu hektare lahan di dua Kabupaten di Aceh itu telah mendapat Izin Usaha Pertambangan (IUP). Muhammad Marhaban, dalam suratnya meminta kepada presiden untuk mencabut izin PT. EMM dengan alasan untuk menyelamatkan desa dan sungai tempat dia mandi bersama teman-temannya.

Ads
Surat bocah SD asal Nagan Raya. (ist)

Kemudian, ia juga tidak mau sungai yang dijadikan sebagai tempat penghidupan mereka tercemar oleh limbah, jika perusahaan itu telah berdiri di daerahnya. Selain itu, juga untuk menyelamatkan hutan sebagai tempat hidup binatang liar dan burung.

“Dengan ini saya Muhammad Marhaban kelas 2 SD Beutong Ateuh Banggalang memohon kepada Presiden untuk mencabut izin PT. EMM. Tolong selamatkan Gampong dan sungai tempat mandi saya dan bermain dengan teman-teman saya. Kami tidak bisa sekolah kalau tidak mandi,”

“Dan selamatkan hutan kami ibu guru bilang hutan adalah paru-paru dunia. Kami tidak mau hutan dirusak karena semua binatang liar dan burung butuh hidup. Kalau hutan dirusak berarti ibu guru bohong,” tulisnya dalam surat itu.

Surat tersebut juga sudah dikirimkannya langsung ke Presiden Joko Widodo. “Sudah dikirim langsung, (surat tersebut)” kata M.Nur, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh saat dikonfirmasi, Kamis (1/11). [Randi/rel]

Ads