Warga Aceh Singkil Curhat Soal Teror Buaya Ke Menteri Siti

Kementrian LHK bersama Bupati Aceh Singkil mengunjungi Pulau Banyak. (ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengunjungi Kabupaten Aceh Singkil pada Kamis (14/3). Kedatangannya untuk meninjau sejumlah persoalan dan berdiskusi dengan warga di Kepulauan Banyak.

Salah satu yang di bahas dalam pertemuan itu ialah, konflik Buaya dengan para nelayan di Kepulauan Banyak dan juga di Singkil, Kabupaten Aceh Singkil.

Baca: Nelayan di Singkil keroyok buaya sepanjang 6 meter

Ads

Sebab, sudah banyak nelayan yang diterkam buaya. Seperti kasus yang menimpa nelayan Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat pada akhir 2018 lalu, tiga orang nelayan yang sedang mencari tripang diterkam buaya di wilayah itu.

Warga meminta, Menteri Siti bisa mencari solusi agar konflik satwa dan manusia itu bisa diredam. “Sudah banyak korban (diterkam buaya). Jadi kami minta buk Menteri juga harus memperhatikan persoalan ini, karena nelayan semakin was-was kalau pergi melaut,” kata salah seorang warga Desa Ujung Sialit, Pince.

Baca: Nelayan diseret buaya di Aceh Singkil ditemukan tanpa kepala

Bukan hanya di Kepulauan Banyak, predator buas itu juga kerap meneror warga yang sedang mencari kerang di wilayah Kecamatan Singkil. Apalagi, di aliran sungai Singkil terkenal dengan habitat buaya muara.

Mendengar keluhan para warga, Siti Nurbaya berjanji akan segera mencari cara untuk menangani persoalan itu. Termasuk, akan menurunkan tim untuk menangani konflik satwa dan manusia di wilayah Kepulauan Banyak dan Kecamatan Singkil.

“Dalam waktu dekat akan menurunkan tim untuk menangani masalah tersebut, kita coba dengan observasi kawasan dulu dari Kementerian LHK,” ujar Siti.

Dalam agenda itu, masyarakat Kepulauan Banyak juga meminta agar penetapan status taman wisata alam (TWA) yang terletak di Pulau Panjang dikaji ulang. [Randi]

Ads