Empat Cluster Destinasi Wisata Unggulan di Aceh yang Mendunia

Pemandangan kota takengon dari lokasi wisata bur telege atau bur Gayo. (VIVA/Dani Randi)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Industri pariwisata Aceh semakin berkembang. Itu dibuktikan beberapa indikator positif, seperti diantaranya semakin membaiknya branding wisata Aceh di mata wisatawan. Dan semakin bertambahnya even yang dimasukan ke dalam kalender even Aceh setiap tahunnya.

Untuk itu guna meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menetapkan empat cluster wisata yang dibagi, yaitu cluster wisata bahari dan budaya, cluster wisata Adventure, agro, dan olahraga, cluster wisata bahari dan ekologi, dan terakhir cluster wisata religi dan heritage.

Baca: Ini Daftar 100 Event Wisata di Aceh Selama 2019

Ads

Dari empat cluster tersebut, kata Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Ramadhani, ada beberapa keunggulan yang telah mendunia, seperti di wilayah dataran tinggi Gayo, memiliki keunggulan Tari Saman yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada 2011.

loading...

Kemudian Kopi Gayo, yang telah diakui kualitasnya oleh International Fair Trade, pada 2010. Dan Gunung Lauser, yang telah ditetapkan sebagai warisan Hutan hujan tropis Sumatera oleh UNESCO pada 2004.

Baca: Kunjungan Wisatawan ke Aceh Tiap Tahun Meningkat

Kemudian, juga ada kegiatan mendunia di Kabupaten Simeulue, International Surfing pada tahun 2018, yang digelar resmi oleh World Surf League (WSL) dan Asian Surfing Championship (ASC).

“Disbudpar Aceh ikut serta pada setiap pameran pariwisata yang diadakan di dalam maupun luar negeri. Hal ini kita lakukan untuk mempromosikan destinasi wisata Aceh, baik alam, budaya, kuliner, tsunami, maupun sejarah, sehingga angka kunjungan wisatawan terus meningkat,” katanya melalui pesan tertulis yang diterima, Sabtu (23/3). [Randi]

Ads