Khanduri Apam, Tradisi Masyarakat Aceh Menyambut Isra Mi’raj

Makanan tradisional. (ist)
--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Masyarakat Desa Lhok Gajah, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), laksanakan khanduri kue apam (Serabi).

Tradisi ini dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di akhir bulan rajab, Minggu ( 31/3)

Keuchik Desa Lhok Gajah Zul Helmi, mengatakan sebelum menyantap kue apam biasanya pada kegiatan tahlilan dan sebagai rasa syukur.

Ads

“Ia memang seperti ini semenjak turun temurun, sebelum kita makan tahlilan sebentar untuk memperingati arwah yang telah mendahului kita,” kata Zul Helmi.

Ia mengatakan, sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Aceh untuk mengadakan Khanduri pada bulan menyambut Isra Mi’raj. Kegiatan memasak apam ini biasanya dilakukan oleh kaum ibu di desa.

Biasanya dilakukan sendirian atau bersama masyarakat lainnya. Pertama sekali yang harus dilakukan untuk memasak apam adalah dengan menumbuk tepung dari beras nasi. Tepung tersebut lalu dicampur santan kelapa dalam sebuah periuk besar.

Campuran ini direndam paling kurang tiga jam, agar apam yang dimasak menjadi lembut. Adonan yang sudah sempurna ini kemudian diaduk kembali sehingga menjadi cair. Cairan tepung inilah yang diambil dengan iros untuk dituangkan ke wadah memasaknya, yakni neuleuek berupa cawan.

“Apam paling enak bila dimakan dengan kuahnya, berupa masakan santan dicampur buah cempedak,” Sebutnya.

Serabi ini selain dimakan langsung, dapat juga direndam beberapa saat dalam kuahnya sebelum dimakan. [Jimi Pratama]