Pemerintah Akan Operasi Pasar Jika Harga Daging Meugang Naik

Pngunjung pasar lambaro untuk membeli daging meugang. (Randi)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kalangan buruh meminta Pemerintah Aceh mengatasi kenaikan harga daging dan barang kebutuhan pokok lainnya yang selalu naik menjelang bulan suci Ramadhan.

Permintaan tersebut disampaikan massa buruh dalam aksi memperingati hari buruh di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu.

Aksi diikuti seratusan buruh dari berbagai serikat pekerja. Aksi juga dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Helvizar Ibrahim.

Ads

Baca: Nova Iriansyah Dukung Pergub Tunjangan Meugang Bagi Pekerja

Ketua Aliansi Buruh Aceh Syaifulmar mengatakan, masyarakat Aceh memiliki tradisi “meugang” menjelang bulan puasa. Setiap hari “meugang”, harga daging lebih mahal dari harga daging hari biasa.

“Harga daging pada hari meugang selalu meningkat, bisa mencapai Rp180 ribu per kilogram di pagi hari. Sore harinya bisa kurang Rp140 ribu per kilogram. Sedangkan hari biasa di bawah harga tersebut,” kata Syaifulmar seperti dilansir laman Antara.

Begitu juga dengan harga barang kebutuhan pokok lainnya, yang naik menjelang Ramadhan sehingga memberatkan beban buruh.

“Kami berharap Pemerintah Aceh menanggapi serius kenaikan harga daging kebutuhan pokok tersebut. Seperti melakukan operasi pasar. Ini merupakan kewajiban Pemerintah Aceh,” kata Syaifulmar.

Senada dengan para buruh, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah setuju bahwa daging megang di Aceh memang tergolong mahal. Namun demikian Nova mengatakan pihaknya akan melakukan operasi pasar begitu harga daging melonjak mahal.

“Mudah-mudahan harga bisa kita tekan dengan harga yang paling wajar lah,” kata Nova Iriansyah.

Terkait intensif meugang, Nova menyebutkan pemerintah akan merancang pergub sebagai turunan dari qanun. “Kemungkinan usai kita pelajari meugang, kita bisa liburkan sehari. Kawan-kawan dari aliansi juga akan kita libatkan saat peyusunan pergub,” kata Nova. [Randi]