7 Minuman Segar Ini Ternyata Dilarang Saat Buka Puasa, Bisa Bahaya

(idntimes)
--Ads--

(KANALACEH.COM) – Setelah tidak makan dan minum selama hampir 13 jam, mengganti cairan tubuh dengan minum harus dilakukan sesegera mungkin ketika waktu berbuka tiba. Tapi gak semua jenis minuman baik sebagai pengawal buka puasa, lho!

Beberapa di antaranya bahkan bisa menimbulkan efek samping tidak baik, seperti tujuh minuman berikut ini.

  1. Kolak Pisang

Ternyata kudapan satu ini punya dampak kurang baik terhadap tubuh jika langsung disantap saat perut masih kosong. Padahal kolak pisang kerap dijadikan takjil saat berbuka puasa.

Ads

Sebenarnya, kolak pisang aman dikonsumsi, dengan catatan kamu sudah minum cukup air putih sebelumnya. Kenapa demikian?

Minuman bersantan ini dapat membuat tubuh terkejut, karena termasuk hidangan yang cukup “berat” bagi perutmu yang kosong selama belasan jam. Apalagi jika ada tambahan karbohidrat seperti ubi atau singkong.

Apabila adaptasi metabolisme tubuhmu kurang baik, maka bisa menimbulkan gejala seperti kenaikan asam lambung, iritasi lambung, masalah pencernaan, hingga rasa lelah dan letih setelah makan.

  1. Es Krim

Ada beberapa alasan es krim sebaiknya tak langsung dimakan saat buka puasa. Di antaranya suhu dingin yang akan membuat perut kaget karena adanya perbedaan suhu.

Minuman yang terlalu dingin dapat mengubah pola kerja organ tubuh, terutama pencernaan, apabila diminum saat perut kosong. Akibatnya, masalah seperti kembung, kelebihan gas, dan begah bisa terjadi.

Meski nanti makanan yang masuk akan menyesuaikan suhu tubuh kita lewat sistem pencernaan, sebaiknya konsumsi minuman dengan suhu ruang terlebih dahulu.

  1. Minuman Bersoda

Gelembung karbondioksida dalam minuman berkarbonasi akan meningkatkan gas di saluran pencernaan. Apalagi perut dalam keadaan kosong, lambung otomatis akan kaget dan meningkatkan kadar asam.

Hal ini bisa menimbulkan beberapa masalah seperti asam di mulut, sensasi panas di dada, hingga maag. Tingginya kandungan asam sitrat dan gula dalam minuman bersoda juga bisa menyebabkan masalah, seperti pengikisan enamel gigi, gigi berlubang, dan masalah bau mulut.

Sebaiknya beri jeda setidaknya satu hingga dua jam setelah berbuka apabila ingin mengonsumsi minuman bersoda.

  1. Kopi

Kopi bukan minuman yang direkomendasikan untuk membatalkan puasa. Pasalnya, kafein dalam kopi dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kembung dan gangguan pencernaan pun bisa timbul akibat hal ini.

Selain itu, kopi punya sifat diuretik yang membuatmu buang air kecil lebih sering dan kehilangan cairan tubuh. Padahal tubuh kita dalam kondisi dehidrasi setelah berpuasa sehari penuh dan butuh banyak pengganti cairan.

Oleh sebab itu, lebih baik konsumsi air putih dengan jumlah cukup dan makan dulu sebelum menyesap kopi.

  1. Teh

Teh juga mengandung kafein, meski kadarnya tidak setinggi kopi. Orang dengan sakit maag sangat tidak dianjurkan langsung berbuka dengan teh, karena kafein dapat menyebabkan iritasi dan nyeri lambung.

  1. Susu Full Cream

Susu sebenarnya dapat menunjang kebutuhan energi selama berpuasa, apalagi vitamin D di dalamnya dapat membantu proses penyerapan gizi. Namun, manfaat baik tersebut  bisa didapat secara maksimal saat kondisi metabolisme normal.

Saat berpuasa, metabolisme dan cara kerja organ banyak berubah. Bisa karena pola makan, aktivitas fisik, fungsi organ, jumlah elektrolit tubuh, hingga pola tidur yang berubah.

Butuh waktu untuk sistem pencernaan beradaptasi dan kembali normal. Jadi, kamu perlu mengenali perubahan fisiologis dalam tubuhmu. Sebab, beberapa orang mengalami gangguan pencernaan dan lambung ketika minum susu saat berpuasa.

  1. Terlalu Banyak Air Putih

Air putih jadi minuman yang wajib dikonsumsi saat membatalkan puasa. Tujuannya untuk menetralkan asam lambung, sehingga perut tidak kaget saat terisi minuman atau makanan yang lebih berat.

Namun, saat air yang kamu minum dalam satu waktu jumlahnya berlebihan, beberapa masalah pun bisa timbul. Mereka dengan sistem metabolisme bisa overhidrasi, terutama yang memiliki penyakit jantung atau gangguan ginjal.

Banyaknya cairan bisa mengikis kandungan natrium dalam darah. Padahal zat ini berperan penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit.

Intinya berbukalah dengan minuman yang netral seperti air putih. Beri sistem pencernaanmu waktu untuk beradaptasi sebelum menyantap hidangan lainnya.

Asupan cairan harus tetap terpenuhi selama berpuasa, minimal dua liter air per hari. Kamu bisa konsumsi dua gelas air saat buka puasa, empat gelas air di antara waktu buka hingga tidur, serta dua gelas saat sahur. [IdnTimes]

Ads