Tiga Ciri Khas Pakaian Dinasti Umayyah

Ilustrasi. (kumparan)
--Ads--

(KANALACEH.COM) – Setelah Rasulullah wafat pada tahun 632, Islam menyebar ke seluruh Afrika Utara dan Spanyol. Agama ini dianut masyarakat Suriah, Anatolia, serta Asia Tengah, bahkan sampai ke Cina dan India sekitar tahun 750.

Sejarawan menulis penyebaran Islam dalam berbagai karyanya. Namun, tak banyak dari mereka yang mengabadikan tren busana Muslim pada abad itu. Beberapa informasi terkandung dalam kompilasi hadis dan kritik terhadap rezim sebelumnya.

Misalnya ketidaksetujuan pada abad kesembilan dari jubah yang dikenakan oleh Khalifah Umayyah Walid II (memerintah 743-744) karena menunjukkan gaya hidup yang hancur dan lemari pakaian Hisham yang terlalu besar (memerintah 724-743). Ketika khilafah Islamiyah berkuasa, busana yang dikenakan masyarakat tak banyak mengalami perubahan.

Ads

Sementara itu, di negara non-Muslim, mayoritas penduduk diharuskan untuk tidak berpakaian seperti Muslim Arab. Masyarakat Mesir biasanya berpakaian sederhana, seperti izar, sawb Arab, bersama dengan gamis tanpa lengan (kemeja).

Pada masa kekhalifahan Umayyah, terdapat tiga karakteristik pakaian yang digunakan masyarakat ketika itu. Karakteristik itu adalah penggunaan tiraz, kerah, dan manset bermotif. Sementara itu, pakaian wanita berupa kain panjang dan berkerah lebar.

Pakaian Wanita

Pada periode ini, wanita tampil dengan pakaian serbapanjang dan berkerah lebar seperti gamis. Selain itu, wanita juga mengenakan kerudung yang menutupi kepalanya sehingga rambut dan paras cantik mereka tidak dilihat banyak orang.

Tiraz

Pakaian ini biasanya dipakai pejabat negara, khususnya pengadil yang duduk di mahkamah. Seseorang yang mengenakan pakaian ini akan tampak berwibawa dan disegani masyarakat. Pakaian ini juga digunakan oleh orang-orang yang berada di dekat khalifah. Biasanya mereka adalah orang-orang terhormat yang mendapatkan pengawalan khusus agar selalu terlindungi.

Kerah dan Manset Bermotif

Kerah dan manset bermotif merupakan fitur pakaian raja. Pakaian ini membentuk bagian dari lambang kekhalifahan. Patung plester yang menggambarkan penguasa dalam pakaian Sasanid mengabadikan pakaian Khalifah Umayyah yang sebenarnya. Warna Dinasti Umayyah adalah putih, melambangkan kesucian. Khalifah tampil mengenakan penutup kepala (qalansuwa) sehingga mudah dikenali banyak orang. [Republika.co.id]

Ads